Platform streaming Vidio meramaikan peringatan Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia 2026 yang diselenggarakan serentak di 33 provinsi di Indonesia pada Minggu (26/4/2026) pagi. Kehadiran penyedia layanan Over-the-Top tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual dalam ekosistem olahraga nasional.
Acara yang dipusatkan di kawasan Sarinah, Jakarta, ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui kegiatan Car Free Day (CFD). Dilansir dari Bola, peringatan tahun ini mengusung tema "Kekuatan Kekayaan Intelektual dalam Dunia Olahraga" untuk menonjolkan nilai ekonomi tinggi dalam inovasi sektor tersebut.
Keterlibatan Vidio sebagai pemegang lisensi hak siar tayangan olahraga besar merupakan upaya untuk menekan angka pembajakan. Perusahaan menekankan bahwa konsumsi konten secara legal berdampak langsung pada kesejahteraan para pelaku industri, mulai dari atlet hingga pelatih.
"Vidio melihat bahwa perlindungan hak kekayaan intelektual itu adalah penting untuk menggairahkan dan menumbuhkan industri sport di Indonesia. Karena apa yang dibayarkan oleh penonton, ujungnya akan dibayarkan kembali ke masing-masing pemilik IP," ujar Hermawan Sutanto, Managing Director Vidio.
Hermawan menambahkan bahwa dana yang terkumpul dari pelanggan resmi nantinya didistribusikan kembali kepada ekosistem yang ada. Hal ini mencakup pembayaran kepada pemilik properti intelektual yang kemudian mengalir kepada para atlet dan seluruh staf pendukung.
Saat ini, Vidio memegang hak siar berbagai ajang bergengsi seperti kompetisi bela diri One Pride MMA dan liga sepak bola BRI Super League. Selain itu, mereka juga menayangkan turnamen bulutangkis internasional termasuk BWF World Tour serta ajang beregu Piala Thomas dan Uber.
Rangkaian kegiatan di Jakarta meliputi jalan santai untuk kampanye kesadaran KI, senam bersama, hiburan musik, hingga diskusi interaktif. Perwakilan atlet nasional seperti Hanif Sjahbandi dari Persija Jakarta serta atlet bulutangkis Rian Ardianto dan Apriyani Rahayu turut menjadi sorotan dalam edukasi perlindungan lisensi ini.
Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk terus mendukung perjuangan atlet Indonesia di kancah internasional dengan beralih ke layanan resmi. Penggunaan platform legal dianggap sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap prestasi dan kerja keras para olahragawan Merah Putih.