PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 8 persen menjadi Rp21,72 triliun pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2026. Capaian ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 senilai Rp20,19 triliun.
Kenaikan pendapatan produsen Indomie ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang memberikan tekanan pada sisi keuntungan perusahaan. Berdasarkan data keuangan yang dilansir dari Medcom, laba usaha perseroan justru terkontraksi sebesar 10 persen menjadi Rp4,62 triliun.
Penyusutan laba usaha dari angka Rp5,15 triliun pada tahun sebelumnya tersebut dipicu oleh penurunan keuntungan dari selisih nilai tukar mata uang asing dalam kegiatan operasional. Namun, ICBP masih mampu menjaga margin laba usaha pada level sehat sebesar 21,3 persen.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga terseret turun sekitar 3 persen. Perusahaan membukukan laba bersih senilai Rp2,57 triliun, sedikit di bawah perolehan kuartal pertama tahun lalu yang mencapai Rp2,66 triliun.
"Perseroan mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang baik," kata Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP. Ia menegaskan pihaknya tetap waspada terhadap potensi gejolak makroekonomi dan berbagai risiko eksternal yang mungkin muncul sepanjang tahun.
Manajemen menyatakan akan terus beradaptasi guna menangkap berbagai peluang pertumbuhan demi memperkuat daya saing di pasar. Fokus utama perusahaan saat ini adalah mempertahankan posisi keuangan yang sehat di tengah permintaan produk konsumsi yang tetap kuat.