Performa Aston Villa menunjukkan penurunan setelah kekalahan dari Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Premier League. Kekalahan ini menempatkan posisi mereka di papan atas klasemen dalam ancaman.
Bermain di Stadion Molineux, Aston Villa menyerah dengan skor 0-2. Gol dari Rodrigo Gomes memastikan kemenangan Wolves sekaligus memperburuk keadaan bagi tim tamu. Villa hanya mampu meraih tiga kemenangan dari 10 pertandingan terakhir di liga.
Meskipun masih berada di peringkat ketiga klasemen, situasi Villa tidak lagi aman. Tekanan dari tim-tim di bawah mereka semakin terasa, terutama dengan jadwal pertandingan berat yang menanti.
Villa akan menghadapi Chelsea dan Manchester United dalam waktu dekat. Kedua tim tersebut berpeluang memangkas jarak poin, bahkan menggeser posisi Villa jika hasil pertandingan tidak memihak.
Pelatih Villa, Unai Emery, mengakui bahwa peluang timnya untuk meraih gelar Premier League musim ini semakin tipis. Ia menilai situasi tim berubah dibandingkan beberapa bulan lalu.
"Kami kehilangan kesempatan untuk memenangkan Premier League. Dua bulan lalu kami masih bersaing dengan Arsenal dan Manchester City, bahkan banyak yang bertanya soal peluang itu," kata Emery.
"Beberapa orang, termasuk saya, sempat berpikir mungkin saja kami bisa. Ada juga suporter yang bermimpi tentang itu. Sekarang kami tidak lagi punya kemungkinan untuk memperebutkan gelar liga, dan tentu saja ada rasa frustrasi," ujar Emery.
Emery menambahkan bahwa musim ini sebenarnya melampaui ekspektasi awal. Pada bulan September, target timnya hanya bertahan di Premier League dan pada Desember, ia merasa senang karena berada di posisi lima besar dengan peluang ke Liga Champions.
Jadwal Berat Menanti
Setelah kekalahan dari Wolves, Villa menghadapi periode yang bisa menentukan arah musim mereka. Selain pertandingan penting di liga melawan Chelsea dan Manchester United, mereka juga akan bertemu Lille OSC pada babak 16 besar UEFA Europa League.
Serangkaian pertandingan tersebut membuat peluang Villa untuk kembali tampil di Liga Champions musim depan serta mengejar trofi Eropa berada di titik krusial.
Performa sejumlah pemain utama juga menurun. Ollie Watkins hanya mencetak satu gol dalam 11 pertandingan terakhir, sementara Morgan Rogers mengalami hal serupa. Cedera yang menimpa beberapa pemain penting juga memengaruhi stabilitas tim.
Morgan Rogers mengakui adanya tekanan pada timnya di fase penting musim ini. Namun, dia tetap yakin Villa mampu bangkit.
"Memang ada tekanan pada kami, tapi seharusnya tidak seperti itu. Kami pantas berada di posisi ini dan tidak boleh melupakannya," kata Rogers.
"Performa kami belakangan tidak sebaik biasanya, tetapi itulah kerasnya Premier League. Kami akan kembali ke tren kemenangan," tegas Rogers.
Rogers juga menegaskan bahwa laga-laga besar yang akan datang justru menjadi kesempatan bagi Villa untuk membuktikan kualitas mereka.
"Itulah pertandingan yang ingin Anda mainkan. Dengan banyak hal dipertaruhkan, kami harus menunjukkan mengapa kami layak berada di posisi ini," tutur Rogers.