Kiper-kiper yang Sulit Bangkit Usai Blunder Fatal

Sejumlah kiper top dunia mengalami kesulitan untuk bangkit kembali setelah melakukan blunder fatal di pertandingan penting.

Kiper Tottenham, Antonin Kinsky, mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk bangkit kembali setelah melakukan kesalahan yang membuatnya menjadi sorotan saat melawan Atletico Madrid di Liga Champions. Namun, sejarah mencatat bahwa tidak semua kiper mampu mengatasi dampak psikologis dari blunder fatal.

Beberapa nama besar dalam dunia sepak bola mengalami kesulitan untuk kembali ke performa terbaiknya setelah melakukan kesalahan yang merugikan tim. Siapa saja mereka?

Loris Karius menjadi contoh paling jelas. Liverpool merekrutnya dengan harapan menjadi solusi jangka panjang di bawah mistar gawang pada musim 2017/18. Namun, serangkaian kesalahan, termasuk blunder fatal di final Liga Champions 2018 melawan Real Madrid, mengakhiri kariernya di Anfield.

Pada laga tersebut, umpan Karius berhasil dicegat oleh Karim Benzema. Setelah pertandingan, Karius menangis dan meminta maaf, tetapi kariernya di Liverpool sudah berakhir. Ia kemudian dipinjamkan ke Besiktas dan Union Berlin.

Scott Carson dan Rob Green

Dua kiper Inggris ini memiliki kisah serupa. Scott Carson menggantikan Paul Robinson sebagai kiper utama Timnas Inggris pada kualifikasi Euro 2008. Inggris hanya butuh hasil imbang melawan Kroasia di Wembley, namun Carson melakukan blunder yang membuat timnya gagal lolos ke putaran final.

Carson gagal mengamankan tendangan spekulatif Niko Kranjcar dari jarak 30 yard. Setelah itu, Carson tidak pernah lagi menjadi starter untuk Inggris.

Rob Green mengalami nasib serupa setelah melakukan kesalahan melawan AS di Piala Dunia 2010. Ia dicoret oleh Fabio Capello dan baru kembali bermain hampir dua tahun kemudian dalam pertandingan persahabatan.

Jim Leighton

Jim Leighton, mantan kiper Manchester United, juga mengalami dampak buruk dari kesalahan yang ia lakukan. Meskipun banyak yang mengira Massimo Taibi akan menjadi perwakilan Manchester United dalam daftar ini, Taibi masih diberi kesempatan untuk menebus kesalahannya.

Sir Alex Ferguson mencoret Leighton dari pertandingan ulangan final Piala FA 1990 setelah menyalahkannya atas dua dari tiga gol yang dicetak Crystal Palace di final pertama. Ferguson kemudian memasukkan Les Sealey secara tiba-tiba.

Ferguson menjelaskan, "Apakah dia kiper yang lebih baik daripada Jim? Tidak, tetapi dia berpikir begitu, dan itu terkadang penting."

Sealey tampil solid dan membantu MU meraih kemenangan. Namun, hubungan Ferguson dengan Leighton hancur selamanya. Leighton hanya bermain sekali lagi untuk MU dan kemudian kembali ke Skotlandia untuk membangun kembali kariernya.

"Kami tidak pernah berbicara lagi sejak saat itu dan tidak akan pernah melakukannya lagi," kata Leighton pada tahun 2018.

Recommended