KNMP di NTT dan NTB Diproyeksikan Dongkrak Ekonomi Daerah

Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di NTT dan NTB diproyeksikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah hingga Rp 29,2 miliar per tahun.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah hingga Rp 29,2 miliar setiap tahunnya. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, setelah meninjau beberapa lokasi KNMP di wilayah timur Indonesia.

Kunjungan Trenggono meliputi KNMP di Kabupaten Sikka, Desa Sulamu, Kamanlaputi (Sumba Timur), Warloka (NTT), serta Pulau Bungin dan Desa Ekas Buana (NTB). Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pembangunan berjalan optimal dan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat nelayan.

"Kalau rusak, diperbaiki. Ingatkan kepada koperasi, karena ini adalah milik saudara-saudara semua. Pemerintah membangun ini untuk kepentingan saudara-saudara," ujar Trenggono dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Trenggono menekankan bahwa tujuan utama pembangunan KNMP adalah untuk mengurangi kemiskinan di desa-desa pesisir. Contohnya, di Desa Ekas Buana, Lombok Timur, tingkat kemiskinan masih mencapai 13%.

Menurut Trenggono, peningkatan produktivitas nelayan adalah kunci utama. Dengan adanya sarana produksi dan infrastruktur yang memadai, diharapkan hasil tangkapan akan meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Program KNMP dirancang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga melakukan rekayasa sosial melalui pemberdayaan masyarakat pesisir. Ini meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koperasi, kewirausahaan, serta sertifikasi dan standarisasi usaha.

Intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan hingga 800 ton per tahun di setiap lokasi KNMP, menyerap sekitar 700 tenaga kerja (nelayan dan non-nelayan), dan meningkatkan nilai ekonomi kawasan hingga Rp29,2 miliar per tahun, sesuai dengan desain program.

Pembangunan KNMP di Seluruh Indonesia

KKP telah membangun 100 KNMP di seluruh Indonesia sejak akhir tahun 2025. Salah satu yang sudah selesai secara fisik adalah KNMP Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Desa ini dipilih karena memiliki potensi perikanan yang besar, dengan komoditas utama seperti tongkol, cakalang, kembung, dan udang. Dari 1.226 kepala keluarga, 854 di antaranya berprofesi sebagai nelayan, dengan 396 unit kapal yang aktif beroperasi.

Berbagai fasilitas telah dibangun untuk mendukung aktivitas perikanan, termasuk gudang beku portable, pabrik es, shelter pendaratan ikan, docking kapal, bengkel nelayan, balai nelayan, kios pemasaran ikan, dan instalasi pengolahan air limbah. Pemerintah juga memberikan bantuan berupa 10 unit mesin kapal, 1.620 alat tangkap ikan, satu mobil berpendingin, serta 50 unit cool box.

Selain pembangunan fisik, KKP juga memperkuat kelembagaan pengelola dengan meningkatkan kapasitas pengurus koperasi desa, memberikan pendampingan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan kompetensi penyuluh perikanan.

Trenggono menegaskan bahwa semua desa nelayan di NTB dan NTT berpotensi untuk dibangun KNMP asalkan memenuhi kriteria sebagai desa nelayan. Dengan penguatan rantai pasok, penerapan sistem rantai dingin, serta peningkatan daya saing produk perikanan hingga pasar regional dan global, ia berharap KNMP dapat menjadi motor penggerak transformasi ekonomi pesisir di Indonesia timur.

"Selama dia desa nelayan, kita akan bangun. Kita harus ciptakan semua potensi ekonomi yang ada di sini," imbuh Trenggono.

Recommended