Bakhrani, seorang koki dan pengusaha kuliner, berhasil mengembangkan bisnis restorannya bernama Nishaan di East Village, New York City. Restoran ini menawarkan perpaduan cita rasa makanan Pakistan-Amerika, mencerminkan latar belakang Bakhrani sendiri.
Meskipun harus bekerja lebih lama di restorannya, Bakhrani menemukan kebebasan dan kendali lebih besar dibandingkan pekerjaan sebelumnya. Ia tak lagi menghadapi rapat yang tak berujung atau negosiasi prioritas dengan atasan. Di usaha rintisannya ini, ide bisnis dapat dieksekusi dalam kurun waktu seminggu.
"Di sini, saya punya ide, saya bisa menyelesaikannya dalam seminggu," ujar Bakhrani, seperti dikutip dari CNBC Make It pada Sabtu (11/4/2026).
Pria yang besar di Devon ini menjelaskan bahwa menu Nishaan merupakan hasil perpaduan cita rasa makanan yang ia konsumsi di rumah dan lingkungannya. Di Devon, Bakhrani terbiasa menemukan beragam masakan seperti India, Pakistan, Polandia, Bosnia, dan Meksiko.
Kebebasan berkreasi menjadi kunci dalam meramu makanan. Bakhrani, misalnya, menciptakan sandwich chapli kebab dengan daging cincang berbumbu, saus tomat, mayones, serta saus lainnya di atas roti putih. Ia juga bisa meningkatkan rasa saus kemasan untuk spageti dengan menambahkan bawang, saus pedas, bubuk cabai, dan biji ketumbar. "Tidak pernah ada aturan apa pun untuknya di dapur," katanya.
Saat ini, Nishaan menyajikan hidangan seperti keju cincang Pakistan, taco barbacoa Bihari, dan sandwich ayam tandoori kerbau. Sebagai pelengkap, tersedia juga minuman mangga bersoda dan kue corong paratha cokelat Dubai.
Salah satu menu andalan, Pakistani chopped cheese, dibuat dengan memasukkan daging kebab ke dalam roti lapis. Bakhrani juga menambahkan paprika hijau dan bawang bombay saat memanggang patty. Untuk daging cincangnya, ia memadukan berbagai rempah yang dimasak bersama keju pepper jack dan keju Amerika. Setelah itu, campuran tersebut dipindahkan ke roti lapis dengan taburan mayones, chutney asam jawa, dan saus jeruk nipis ketumbar. "Saya orang Pakistan, saya orang Amerika. Saya akan merangkul sebagian dari keduanya," jelas Bakhrani.
Perjalanan Bisnis dari Pemecatan Hingga Pendapatan Miliaran Rupiah
Bakhrani mengungkapkan bahwa ia sempat dipecat dari dua pekerjaan di bidang manajemen produk. Namun, di saat yang sama, ia juga sedang mengembangkan Nishaan. Meskipun demikian, ia sempat mencari pekerjaan lain sebelum memutuskan untuk sepenuhnya fokus pada restorannya.
Pada tahun 2023, Bakhrani menggunakan sisa tabungannya untuk berjualan makanan keliling di berbagai kota, termasuk Dallas, Chicago, dan North Brunswick, New Jersey. Ia kemudian mendapatkan pekerjaan penuh waktu kembali pada Juli 2024. Beberapa minggu setelahnya, ia mulai berjualan di pasar makanan Smorgasburg di New York City.
Peluang ini membawanya berpartisipasi dalam musim ke-18 acara Food Network "The Great Food Truck Race." Bersama dua rekan timnya, Bakhrani berhasil memenangkan kompetisi tersebut dan membawa pulang bagiannya dari hadiah sebesar US$ 50.000.
Dengan modal tersebut, Bakhrani menyewa lokasi berjualan untuk Nishaan, mengurus instalasi listrik, peralatan, renovasi, dan biaya lainnya untuk membuka restoran pada Agustus. Total biaya yang dikeluarkan mencapai US$ 70.000 atau sekitar Rp 1,19 miliar, dengan asumsi kurs Rp 17.089. Pada November, bisnis Nishaan telah menghasilkan pendapatan sekitar US$ 140.000 atau sekitar Rp 2,39 miliar. Di bulan yang sama, Bakhrani kembali diberhentikan dari pekerjaannya.