Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memulai investigasi menyeluruh terhadap sistem Indonesia Game Rating System (IGRS) di Jakarta pada Jumat (17/4/2026). Langkah ini diambil setelah muncul laporan mengenai dugaan kebocoran potongan materi video game yang belum dirilis melalui platform tersebut.
Proses pemeriksaan mencakup audit komprehensif terhadap kebijakan, sistem teknologi, tata kelola organisasi, hingga sumber daya manusia yang mengelola IGRS. Dilansir dari Detik iNET, pemerintah berupaya memastikan penyebab utama celah keamanan agar tidak menimbulkan spekulasi lebih lanjut di masyarakat.
"Jadi teman-teman, untuk menghindari asumsi-asumsi yang beredar di media sosial, sekarang dalam proses investigasi secara keseluruhan, baik dari sisi kebijakan, sistem dan proses, ataupun tools dan teknologinya, sampai ke organisasi dan SDM-nya," ujar Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komdigi.
Pihak kementerian juga melibatkan pelaku industri dan penerbit game dalam penelusuran ini. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai dampak teknis serta melindungi data sensitif milik pengembang yang telah didaftarkan untuk penilaian klasifikasi usia.
Dugaan kebocoran ini bermula dari temuan komunitas daring di Reddit yang mengembangkan antarmuka alternatif untuk situs IGRS. Pengguna tersebut menemukan bahwa data rahasia dalam sistem dapat diakses melalui API publik, termasuk dokumen dan rekaman video proyek game yang sedang dikembangkan.
Laporan media internasional Gamekeysfinder menyebutkan bahwa salah satu materi yang terdampak adalah game James Bond terbaru berjudul 007: First Light karya IO Interactive. Lebih dari satu jam rekaman video, termasuk detail alur cerita dan bagian akhir permainan, diduga telah tersebar luas di internet.
Insiden ini terjadi pada periode krusial mengingat 007: First Light dijadwalkan meluncur pada 27 Mei 2026 untuk platform PC dan konsol generasi terbaru. Komdigi menegaskan akan segera memaparkan hasil investigasi kepada publik segera setelah seluruh tahapan pemeriksaan teknis dan manajerial selesai dilakukan.