Kehadiran mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, di ajang pacuan kuda Aintree Racecourse pada Jumat, 31 Maret 2026, menjadi perhatian publik. Namun, bukan balapan kuda yang menjadi fokus utama, melainkan kondisi kesehatan legenda sepak bola tersebut yang memicu kekhawatiran penggemar.
Pria asal Skotlandia yang kini berusia 84 tahun ini memang dikenal luas sebagai pencinta pacuan kuda dan sering terlihat di berbagai perlombaan. Ia bahkan pernah memiliki sejumlah kuda ternama, termasuk Rock of Gibraltar serta Protektorat dan L'Eau du Sud. Kali ini, sorotan penggemar tertuju pada momen wawancaranya di arena parade.
Saat tampil di hadapan publik bersama legenda Liverpool, Ian Rush, cara bicara Ferguson dalam wawancara tersebut membuat banyak penggemar merasa cemas. Suaranya yang terdengar sangat pelan, bahkan hampir tidak terdengar, menjadi perbincangan hangat.
Sejumlah penggemar yang menyaksikan wawancara itu segera mengungkapkan rasa khawatir mereka melalui platform media sosial X, seperti dilansir dari Bola. Mereka menyoroti suara Ferguson yang terdengar melemah.
Seorang penggemar menulis, "Suaranya tidak terdengar sehat…", yang kemudian ditanggapi oleh pengguna lain yang mengamati, "Saya juga merasa begitu, cara bicaranya tidak seperti biasa di siaran hari ini." Ada pula yang mengungkapkan kesulitannya menerima perubahan tersebut, "Dia selalu terdengar kuat. Ini sulit untuk didengar."
Komentar senada terus bermunculan, seperti "Wah, kondisinya terdengar kurang baik, semoga dia baik-baik saja." Bahkan ada yang bereaksi emosional, "Saya tidak sanggup melihat ini." Namun, tidak semua langsung beranggapan negatif. Beberapa mencoba melihatnya dari sudut pandang usia, "Usianya sudah 84 tahun, mungkin saja dia hanya sedikit minum," tulis seorang penggemar.
Riwayat Kesehatan Sir Alex Ferguson
Kekhawatiran publik ini bukan tanpa alasan, mengingat riwayat kesehatan Ferguson yang cukup serius. Pada tahun 2004, ia sempat dipasangi alat pemacu jantung untuk mengatasi gangguan irama jantung.
Situasi yang lebih mengkhawatirkan terjadi pada Mei 2018 ketika ia mengalami pendarahan otak dan harus menjalani operasi darurat. Saat itu, peluang bertahan hidupnya dilaporkan hanya sekitar 20 persen. Meski demikian, Ferguson tetap aktif menghadiri berbagai acara pacuan kuda, olahraga yang sangat ia gemari.
Dalam wawancaranya bersama Rush, suasana tetap hangat dan penuh canda. Ketika ditanya pandangannya terhadap Rush, Ferguson menjawab santai, "Tentu saja, saya membencinya," ujarnya sambil tersenyum tipis. "Tidak, dia orang yang hebat," lanjutnya.
Ferguson juga mengungkapkan fakta menarik bahwa dirinya pernah berusaha merekrut Rush ke Manchester United setelah sang penyerang meninggalkan Juventus. Namun, Rush pada akhirnya memilih kembali ke Liverpool. Rush sendiri memuji Ferguson, "Saat saya kembali dari Juventus, dia mencoba merekrut saya. Ngomong-ngomong, dia adalah legenda pelatih, pelatih asal Skotlandia memang yang terbaik," kata Rush.
Tidak hanya Ferguson, Rush juga menunjukkan kecintaannya pada dunia pacuan kuda. "Saya menyukai pacuan kuda, saya menyukai semuanya tentang itu. Kami memang mencintai sepak bola, tetapi bagi saya ini bukan golf, pacuan kuda adalah yang terbaik kedua," ujarnya.