Kelompok masyarakat kelas menengah dan Generasi Z menjadi motor utama penggerak konsumsi domestik selama periode Ramadan dan Lebaran pada Kamis, 30 April 2026. Laju pertumbuhan belanja kelompok ini tercatat melampaui kelompok ekonomi lainnya seiring dengan meningkatnya kepercayaan diri finansial masyarakat.
Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI) yang dilansir dari Medcom, aktivitas belanja nasional tumbuh 2,9 persen dibandingkan periode sebelum Ramadan. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan pertumbuhan pada tahun-tahun sebelumnya yang berada di level 2,8 persen.
Sektor konsumsi kelas menengah mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 4,1 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan belanja kelompok bawah yang hanya sebesar 2,1 persen dan kelompok atas yang mencapai 2,6 persen.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa akselerasi belanja kelas menengah bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan kelompok lain. Kondisi ini dipicu oleh momentum pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang dikelola secara efektif oleh masyarakat.
"Kelompok menengah menjadi penggerak utama akselerasi belanja, khususnya pada periode THR, sehingga berkontribusi besar terhadap penguatan konsumsi secara keseluruhan," ujar Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri.
Dari sisi demografi, Generasi Z memimpin lonjakan konsumsi dengan kenaikan 4,4 persen. Sementara itu, kelompok usia Milenial mencatatkan pertumbuhan 3 persen dan Generasi X sebesar 1,4 persen pada periode yang sama.
Pergeseran perilaku belanja terlihat pada dominasi sektor non-esensial, di mana kategori fashion tumbuh 6,4 persen. Selain itu, belanja untuk perawatan kecantikan meningkat 4,9 persen dan perangkat elektronik naik 4,7 persen.
Tren ini berbeda dengan Ramadan 2025 yang masih didominasi oleh pemenuhan kebutuhan pokok. Peningkatan pada kategori diskresioner ini menandakan masyarakat lebih optimis terhadap kondisi ekonomi mereka di tahun 2026.
Andry Asmoro menambahkan bahwa penguatan konsumsi domestik ini menjadi bukti permintaan dalam negeri tetap menjadi pilar utama ekonomi nasional. Kelancaran distribusi THR dan kebijakan pemerintah yang tepat waktu dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan tersebut.