Iran Izinkan Sejumlah Negara Lintasi Selat Hormuz

Iran memberikan izin kepada sejumlah negara untuk melintasi Selat Hormuz, sementara kapal AS dan sekutunya dilarang.

Di tengah ketegangan global yang meningkat, Iran memberikan izin terbatas bagi kapal dari negara tertentu untuk melintasi Selat Hormuz. Langkah ini kontras dengan larangan tegas yang diberlakukan pada kapal-kapal AS dan sekutunya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa sejumlah negara telah meminta izin untuk jalur aman bagi kapal mereka, dan keputusan akhir berada di tangan militer Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan penting yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global. Penutupan selat ini oleh Iran dapat berdampak signifikan pada pasokan energi dunia.

Berikut daftar negara yang diizinkan Iran melewati Selat Hormuz:

  1. Pakistan: Kapal tanker Pakistan, Karachi, berhasil melewati selat tersebut.
  2. India: Iran memberikan izin kepada beberapa kapal India untuk melintas. Dua kapal tanker India yang membawa gas petroleum cair telah melewati selat dengan selamat.
  3. Turki: Dari 15 kapal Turki, hanya satu yang diizinkan melintas.
  4. China: Aktif bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur pasokan energinya.
  5. Prancis dan Italia: Telah meminta pembicaraan resmi dengan Iran terkait izin melintas.

Ancaman dan Penolakan

Penasihat senior IRGC, Ebrahim Jabari, mengancam akan membakar kapal yang nekat menyeberangi selat tanpa izin.

Presiden AS, Donald Trump, menyerukan pembentukan koalisi angkatan laut untuk mengamankan Selat Hormuz. Namun, seruan ini ditolak oleh sejumlah negara, termasuk Jerman dan Yunani. Inggris juga bersikap hati-hati.

Bagaimana dengan Indonesia?

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS), Vega Vita, membantah kabar bahwa kapal Pertamina telah mendapat izin melintasi Selat Hormuz. Dua kapal PIS Paragon dan PIS Rinjani, keluar dari Timur Tengah melalui Teluk Oman tanpa melewati Selat Hormuz.

Dua kapal lainnya, VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab dan dalam pemantauan.

Recommended