Pemerintah kembali menyalurkan bantuan tahap kedua senilai Rp 100 miliar untuk korban bencana hidrologi di Idi Rayeuk, Aceh Timur. Bantuan ini meliputi jatah hidup (jadup), stimulan sosial ekonomi, dan bantuan isi hunian bagi korban terdampak.
Sebelumnya, bantuan tahap pertama fokus pada klasifikasi kerusakan hunian. Pemerintah terus berupaya mempercepat penyaluran bantuan kepada para korban.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, menjelaskan bahwa penanganan pascabencana dilakukan bertahap. "Gelombang pertama fokus pada kerusakan hunian, sedangkan gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jadup, stimulan ekonomi, dan bantuan perabotan rumah tangga," ujar Safrizal dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Safrizal menambahkan, bantuan ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi para korban, tetapi juga menggerakkan kembali perekonomian daerah. Dana stimulan ekonomi, jadup, dan bantuan lainnya akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga perputaran ekonomi daerah ikut bergerak.
Pendataan di wilayah bencana diakui Safrizal tidaklah mudah, sehingga distribusi bantuan dilakukan secara bertahap untuk memastikan akurasi data. Ia berharap pemerintah daerah segera menuntaskan pendataan rumah terdampak yang belum lengkap. Pasalnya, pembangunan hunian bagi korban bencana tidak dapat dilaksanakan tanpa data yang valid.
"Pendataan harus benar dan akurat, karena dari data itulah seluruh dukungan pemerintah dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang berhak," pungkasnya.