Menjelang mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri mengajak generasi Z untuk menjadi pelopor tertib administrasi kendaraan bermotor. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelengkapan surat-surat kendaraan demi keselamatan di jalan raya.
Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo, menyampaikan ajakan ini melalui program Polantas Menyapa. Program ini sekaligus menjadi persiapan peluncuran tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" yang akan dilaksanakan pada 3 Maret 2026, bertepatan dengan dimulainya arus mudik Lebaran.
Wibowo menjelaskan bahwa generasi Z memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi positif, terutama melalui platform digital dan media sosial. Diharapkan, mereka dapat menjadi agen perubahan yang mengkampanyekan budaya tertib administrasi kendaraan sebagai bagian dari keselamatan berlalu lintas.
Menurut Wibowo, konsep "Mudik Aman" tidak hanya mencakup pengaturan lalu lintas dan pengamanan jalur rawan kecelakaan, tetapi juga aspek administrasi kendaraan. Kelengkapan dokumen seperti SIM, STNK yang masih berlaku, dan BPKB yang valid merupakan fondasi penting untuk keselamatan perjalanan.
Tertib administrasi, menurutnya, bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral terhadap diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan. Selain itu, administrasi yang lengkap akan memudahkan pengawasan oleh pihak kepolisian.
Tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" menekankan bahwa esensi mudik adalah perjalanan emosional untuk berkumpul dengan keluarga. Kebahagiaan ini hanya dapat dicapai jika perjalanan dilakukan dengan disiplin, taat aturan, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima, baik secara teknis maupun administratif.
Untuk mendukung kampanye ini, Korlantas Polri akan mengintensifkan edukasi digital, diskusi interaktif, dan kampanye kreatif di berbagai platform yang relevan dengan generasi Z. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya tertib administrasi kendaraan sebagai bagian dari gaya hidup anak muda.
"Kami ingin keselamatan menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Ketika administrasi tertib, kendaraan laik jalan, dan pengemudi disiplin, maka mudik akan aman dan keluarga pun bahagia," ucapnya.