OpenAI Sepakati Kontrak Rp 342 Triliun Sewa Server Chip Cerebras

OpenAI kucurkan dana USD 20 miliar untuk sewa server chip Cerebras guna penuhi lonjakan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan selama tiga tahun.

OpenAI resmi menyepakati kerja sama bernilai lebih dari USD 20 miliar atau sekitar Rp 342 triliun dengan startup chip Cerebras pada Sabtu (18/4/2026) untuk penyewaan server bertenaga prosesor khusus kecerdasan buatan. Langkah ini diambil perusahaan pembuat ChatGPT tersebut guna memperkuat infrastruktur komputasi mereka selama tiga tahun ke depan.

Dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan The Information, nilai kesepakatan ini mencetak rekor baru karena mencapai dua kali lipat dari komitmen investasi OpenAI sebelumnya. Besarnya angka tersebut merefleksikan tingginya permintaan industri terhadap daya komputasi untuk menjalankan inferensi model AI yang semakin kompleks.

Selain penyewaan server, OpenAI juga dilaporkan akan menyuntikkan dana segar sebesar USD 1 miliar untuk mendukung pembangunan pusat data baru. Fasilitas ini nantinya akan difokuskan khusus untuk mengoperasikan berbagai produk kecerdasan buatan milik perusahaan pimpinan Sam Altman tersebut.

Struktur kesepakatan ini memberikan OpenAI porsi kepemilikan saham minoritas di dalam tubuh Cerebras sebagai bagian dari investasi jangka panjang. Jika total pengeluaran OpenAI mencapai angka USD 30 miliar, porsi kepemilikan saham mereka diprediksi bisa menyentuh angka 10 persen.

Cerebras merupakan startup yang berbasis di Sunnyvale, California, dan dikenal melalui produk chip wafer-scale engine yang menjadi kompetitor langsung Nvidia di pasar perangkat keras. Sebagai informasi tambahan, Sam Altman tercatat telah menjadi salah satu investor awal di perusahaan rintisan yang didirikan pada 2015 ini.

Kemitraan strategis dengan OpenAI diharapkan menjadi katalis positif bagi rencana Cerebras untuk melantai di bursa saham publik pada kuartal kedua tahun 2026. Perusahaan tersebut menargetkan perolehan dana sebesar USD 3 miliar dalam penawaran saham bulan depan dengan proyeksi valuasi mencapai USD 35 miliar.

Sebelum kesepakatan dengan Cerebras ini mencuat, OpenAI sebenarnya telah mengamankan kapasitas komputasi hingga 750 megawatt pada Januari lalu. Namun, agresivitas perusahaan dalam mengamankan sumber daya menunjukkan bahwa kebutuhan energi dan hardware untuk pengembangan AI masih terus melonjak tajam.

Recommended