PT PLN (Persero) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp582,68 triliun sepanjang tahun 2025 di tengah tekanan situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Capaian yang dilansir dari Medcom tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,84 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang bernilai Rp545,38 triliun.
Peningkatan pendapatan korporasi pelat merah ini ditopang oleh melonjaknya kebutuhan listrik nasional, penambahan pelanggan baru, serta akselerasi perluasan jaringan listrik di Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa torehan positif ini merupakan hasil dari langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi serta energi nasional.
“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujar Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2026.
Aktivitas masyarakat dan sektor usaha yang terus bergerak maju membuat volume penjualan tenaga listrik PLN ikut terkerek naik hingga menyentuh angka 317,69 Terawatt hour (TWh).
Realisasi penjualan setrum tersebut tumbuh sebesar 3,75 persen jika dikomparasikan dengan performa tahun lalu yang berada di angka 306,21 TWh.
Indikator pertumbuhan juga terlihat dari daya tersambung pelanggan yang mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), atau melesat 5,82 persen dari posisi tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.
Selain itu, ekspansi kepelangganan mencatatkan lonjakan signifikan dengan penambahan 3,3 juta sambungan baru, sehingga total pelanggan kini meluas hingga mencapai 96,2 juta.
Sektor penyambungan baru ini menyumbang pundi-pundi pendapatan hingga Rp2,24 triliun bagi perseroan, alias meroket 28,4 persen dibandingkan pencapaian tahun 2024.
Menurut manajemen, dinamika ini tidak hanya ditopang oleh skema bisnis reguler, tetapi juga diperkuat oleh eksekusi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM ke wilayah terpencil.
“Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” tambah Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Di sisi lain, neraca keuangan badan usaha milik negara ini mencatatkan laba bersih total senilai Rp7,26 triliun pada periode laporan yang sama.
“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun. Capaian tersebut diraih meskipun Perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” imbuh Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.