PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 8 persen secara tahunan menjadi Rp173 miliar pada Kamis, 30 April 2026. Capaian positif pada kuartal I 2026 ini berhasil diraih melalui efisiensi operasional di tengah penurunan pendapatan industri otomotif.
Berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit yang dilansir dari Medcom, emiten berkode saham MPMX ini mencatatkan pendapatan bersih senilai Rp4 triliun. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (YoY).
Meskipun pendapatan mengalami koreksi, margin laba kotor perseroan justru meningkat dari 8,5 persen menjadi 9,1 persen. Laba kotor tercatat naik 3 persen menjadi Rp365 miliar, sementara laba usaha tumbuh 6 persen menjadi Rp193 miliar.
Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, menjelaskan bahwa tantangan perlambatan ekonomi masih membayangi sektor otomotif hingga awal tahun ini. Pihaknya berfokus pada keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset untuk memperkuat profitabilitas perusahaan.
"Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan," kata Beatrice Kartika, Grup CFO MPMX dalam keterangan tertulisnya.
Pada segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, unit bisnis MPMulia mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 3 persen menjadi Rp3,7 triliun. Namun, laba kotor pada segmen ini tetap naik 2 persen menjadi Rp321 miliar berkat kontribusi kuat dari lini purna jual dan ritel.
Sektor asuransi melalui MPMInsurance mengalami penurunan pendapatan 17 persen menjadi Rp204 miliar. Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya kontribusi dari lini properti dan kendaraan bermotor, meski hasil investasi melonjak 34 persen menjadi Rp12 miliar.
Sementara itu, lini penyewaan kendaraan MPMRent mencatatkan peningkatan laba kotor sebesar 9 persen menjadi Rp83 miliar. Hasil tersebut didukung oleh perbaikan margin laba kotor yang signifikan mencapai 22,6 persen akibat efisiensi pada harga pokok penjualan.
Di sisi lain, JACCS MPMFinance Indonesia yang bergerak di bidang pembiayaan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp38 miliar. Kendati demikian, angka kerugian tersebut berhasil ditekan sebesar 23 persen YoY seiring dengan strategi perusahaan yang lebih selektif dalam penyaluran kredit.