PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 14 persen menjadi US$ 10,5 juta atau setara Rp 182,70 miliar pada kuartal I 2026 yang diumumkan Selasa (5/5/2026). Capaian ini meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 9,2 juta.
Dilansir dari Detik Finance, pertumbuhan laba tetap terjadi meski pendapatan perseroan mengalami penurunan sebesar 16 persen. RAJA mengantongi pendapatan US$ 55,3 juta atau Rp 962,22 miliar pada tiga bulan pertama 2026, turun dari US$ 66,1 juta pada kuartal I 2025.
Penyusutan pendapatan dipicu oleh gangguan operasional pada jalur pipa gas di wilayah Pekanbaru yang memengaruhi sektor midstream dan downstream. Insiden ini ditetapkan sebagai kondisi force majeure oleh mitra perseroan, sehingga terjadi penyesuaian volume penyaluran gas ke pelanggan.
Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi menjelaskan bahwa peningkatan laba didukung oleh kinerja lini bisnis midstream, khususnya penyewaan gas compression plant di Sengkang, Sulawesi Selatan. Pendapatan non-operasional dari investasi pada bisnis EPCI dan sektor shipping melalui grup Hafar juga memberikan kontribusi signifikan.
"Kinerja ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi yang kami jalankan telah memberikan ketahanan bagi Perseroan di tengah tekanan operasional," kata Djauhar Maulidi, Direktur Utama RAJA dalam keterangan tertulisnya.
Guna menjaga pertumbuhan berkelanjutan, RAJA berencana membangun infrastruktur pipa BBM yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda. Target konstruksi proyek tersebut dijadwalkan mulai pada Kuartal III 2026 untuk memperkuat jaringan distribusi di Kalimantan Timur.
Langkah ekspansi lainnya dilakukan melalui anak usaha, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang tengah menyelesaikan akuisisi SMS Development Limited. Perusahaan tersebut memegang participating interest di Blok Madura Strait yang diharapkan berkontribusi pada laporan keuangan mulai Kuartal II 2026.
Perseroan juga menargetkan realisasi akuisisi participating interest pada salah satu blok migas di kawasan Indonesia Timur pada periode yang sama. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat portofolio energi terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.