PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang solid di sepanjang tahun 2025, meskipun menghadapi berbagai tantangan di industri energi. Kenaikan pendapatan juga mendorong pertumbuhan laba, meskipun tidak terlalu signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit, pendapatan Elnusa meningkat dari Rp13,39 triliun pada 2024 menjadi Rp14,49 triliun pada 2025.
Segmen penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi menjadi kontributor utama dengan menyumbang sekitar Rp8,68 triliun atau hampir 60 persen dari total pendapatan perusahaan. Bisnis ini mencakup layanan penyimpanan dan distribusi BBM, perdagangan produk migas, hingga pemasaran energi.
Kontributor kedua terbesar berasal dari segmen jasa hulu minyak dan gas (migas) terintegrasi, yang menghasilkan pendapatan sekitar Rp4,14 triliun atau sekitar 28 persen dari total pendapatan perusahaan. Layanan yang diberikan mencakup survei seismik, layanan geofisika, serta berbagai layanan oilfield services yang mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi migas.
Sementara itu, segmen jasa penunjang migas memberikan kontribusi sekitar Rp1,67 triliun atau sekitar 11 persen terhadap total pendapatan. Segmen ini meliputi perdagangan pipa OCTG, jasa threading untuk pemboran, pengelolaan data migas, hingga layanan telekomunikasi berbasis satelit dan penyewaan kapal.
Selain ditopang oleh diversifikasi bisnis, sebagian besar pendapatan Elnusa juga berasal dari kerja sama dengan perusahaan dalam ekosistem Pertamina. Beberapa pelanggan utama perseroan antara lain PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina EP, serta PT Pertamina Hulu Indonesia yang secara kolektif menyumbang lebih dari separuh total pendapatan perusahaan.
Dominasi segmen distribusi energi menunjukkan Elnusa tidak hanya berperan di sektor jasa hulu migas, tetapi juga memiliki posisi penting dalam rantai pasok energi nasional, terutama dalam mendukung kegiatan distribusi bahan bakar di dalam negeri.
Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp718,41 miliar pada 2025, sedikit meningkat dibandingkan laba Rp713,67 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp718,40 miliar, meningkat dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp713,67 miliar. Dari sisi operasional, Elnusa mencatat laba bruto sebesar Rp1,44 triliun pada 2025, naik dari Rp1,32 triliun pada tahun sebelumnya.
Hingga akhir 2025, total ekuitas Elnusa tercatat sebesar Rp5,31 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp4,90 triliun. Total aset perseroan mencapai Rp10,96 triliun per 31 Desember 2025, naik dari Rp10,63 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp5,64 triliun.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,69 triliun, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari kegiatan bisnis utamanya.