Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia, memilih untuk tidak ikut serta dalam perayaan sampanye setelah meraih podium di Moto3 Brasil. Alasan di balik keputusan ini pun diungkapkan.
Dalam balapan yang berlangsung di Autodromo Internacional Ayrton SennaGoiania pada 22 Maret, Veda Ega memulai balapan dari posisi keempat. Sempat tercecer hingga posisi 10, ia berhasil finis ketiga setelah balapan diwarnai red flag.
Pembalap berusia 17 tahun itu mencatatkan waktu 7 menit 21,471 detik, selisih 1,650 detik dari Maximo Quiles yang menjadi juara. Prestasi ini sangat spesial karena Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di kejuaraan dunia.
Saat perayaan di podium, Veda Ega memilih untuk menjauh dan hanya menyaksikan Maximo Quiles dan Marco Morelli saling menyemprotkan sampanye.
Alasan Veda tidak ikut serta adalah karena usianya yang belum mencukupi dan ajaran Islam yang dianutnya.
"Ya itu memang kalau di bawah 18 tahun belum boleh semprot sampanye. Terus juga soalnya punya saya juga belum dibuka waktu itu, masih ada tutupnya," kata Veda.
"Terus ya udah, enggak ikut semprot sampanye. Karena emang enggak boleh juga, haram," jelasnya dalam wawancara bersama media-media dari Indonesia melalui zoom meeting, Kamis (26/3/2026) malam WIB.
Raih Hasil Bagus di Moto3 Amerika Serikat
Setelah Brasil, Veda Ega Pratama akan berlaga di Moto3 Amerika Serikat. Ia berharap dapat kembali meraih hasil positif di Circuit of the Americas (COTA), Austin, pada 29 Maret mendatang.
"Targetnya kami berdua tentu mengharapkan bisa kompetitif, bertarung di barisan depan, tetapi buat saya ini pertama kali, jadi saya bakal belajar dan semoga bisa adaptasi dengan cepat di sini," ucap Veda.
"Menurut saya COTA kelihatannya sulit karena memang banyak banget tikungannya dan juga banyak rintangannya, tetapi ya kita lihat besok. Semoga saja saya bisa adaptasi," tambahnya.