PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dua emiten properti milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan, merilis laporan keuangan tahun 2025 pada Kamis, 5 Maret 2026. Lalu, di antara keduanya, manakah yang menunjukkan kinerja paling baik?
Menurut Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), laba PANI tumbuh 83,89% sepanjang 2025, mencapai Rp 1,14 triliun dari Rp 623,91 miliar pada periode yang sama di 2024. Kenaikan pendapatan neto menjadi Rp 4,31 triliun menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, dibandingkan Rp 2,83 triliun pada tahun sebelumnya.
PANI mencatat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp 1,72 triliun sepanjang 2025, naik 38% dari Rp 1,24 triliun di tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bruto PANI tetap naik menjadi Rp 2,59 triliun dari Rp 1,58 triliun pada periode yang sama.
Total aset PANI tercatat sebesar Rp 50,58 triliun hingga 31 Desember 2025. Liabilitas perseroan mencapai Rp 18,92 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp 31,66 triliun.
Sementara itu, CBDK mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,36 triliun sepanjang 2025, naik 47,5% dari Rp 924,75 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan neto CBDK juga mengalami pertumbuhan tipis menjadi Rp 2,5 triliun dari Rp 2,24 triliun pada periode yang sama.
CBDK berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp 850,03 miliar sepanjang 2025, turun dari Rp 976,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mendorong kenaikan laba bruto perusahaan menjadi Rp 1,6 triliun, naik dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp 1,27 triliun.
Posisi aset CBDK tercatat sebesar Rp 22,57 triliun hingga Desember 2025. Liabilitas perusahaan sebesar Rp 10,59 triliun, dengan ekuitas Rp 11,98 triliun.