Presiden Barcelona, Joan Laporta, kembali membantah tudingan mantan pelatih Xavi Hernandez terkait kegagalan Lionel Messi kembali ke Camp Nou. Laporta menegaskan, La Liga tidak pernah memberikan persetujuan akhir atas kesepakatan tersebut, seperti dilansir dari Bola pada Kamis (12/3/2026).
Konfrontasi antara Laporta dan Xavi mencuat beberapa hari sebelumnya ketika Xavi menuduh presiden klub menggagalkan kepulangan Messi pada tahun 2023. Menurut Xavi, sudah ada kesepakatan awal untuk kembalinya Messi setelah kontraknya di Paris Saint-Germain berakhir, namun Laporta tidak memberikan restu akhir.
Laporta yang kini sedang mengejar mandat keempat di akhir pekan ini, sebelumnya telah membantah klaim Xavi di awal pekan. Kini, ia kembali menanggapi tudingan tersebut setelah mantan direktur olahraga Barcelona, Mateu Alemany, justru mendukung versi cerita Xavi.
Dalam wawancara dengan program Onze di Esport 3, Laporta menilai komentar Alemany dibuat dengan tujuan tertentu. Hal ini dilaporkan oleh Mundo Deportivo pada Kamis (12/3/2026).
“Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengannya (Alemany), tetapi dia pasti tahu mengapa dia membuat pernyataan seperti itu. Ketika rasa kesal bercampur, akhirnya hal itu bisa menjadi tidak benar," kata Laporta.
Laporta menjelaskan, hambatan utama adalah persetujuan dari La Liga. Pihak klub sudah berupaya meyakinkan otoritas liga, namun mereka tidak menyetujui seluruh nuansa kesepakatan yang diajukan.
“La Liga tidak pernah memberikan persetujuan final kepada kami. Kami pikir bisa meyakinkan mereka, tetapi mereka tidak menyebutkan semua nuansanya. Xavi berbicara dan saya melihat bahwa mereka telah memanfaatkan dia dan juga Mateu," imbuh Laporta.
Laporta juga menyindir kemungkinan motif Alemany yang kini bergabung dengan Atletico Madrid. Ia menduga Alemany mungkin berkeinginan untuk menciptakan kegaduhan di klub rival langsung seperti Barcelona.
Laporta turut menyinggung pernyataan Xavi mengenai pemecatannya sebagai pelatih pada musim panas 2024. Ia meyakini, pelatih berusia 46 tahun itu tidak dapat sepenuhnya objektif dalam membicarakan masalah ini karena masih menyimpan kekecewaan atas situasi tersebut.
“Pendapat Xavi sangat dipengaruhi oleh rasa kesal tertentu dan dari perasaan itu kebenaran menjadi tidak utuh," ujar Laporta.
“Semua orang bebas berbicara, tetapi pernyataan yang dibuat Xavi justru mengonfirmasi kepada saya bahwa kami mengambil keputusan yang tepat, karena dengan hampir pemain yang sama Xavi kalah, sementara Hansi Flick bisa menang,” tambah Laporta.
Xavi secara terbuka telah menyampaikan kekecewaannya terhadap Laporta terkait pemecatannya pada tahun 2024. Mantan gelandang tersebut merasa dikecewakan karena dianggap tidak transparan dalam proses tersebut dan menuding adanya pengaruh pihak lain di balik keputusan itu.
Kepergian Xavi dari kursi pelatih Barcelona secara resmi diumumkan setelah pertandingan terakhir La Liga musim 2023/2024 melawan Sevilla pada Senin (27/5/2024) dini hari WIB. Keputusan ini membuka jalan bagi Hansi Flick untuk mengambil alih posisi pelatih kepala.