Laporta Bantah Xavi soal Kegagalan Transfer Messi ke Barcelona pada 2023

Presiden Barcelona, Joan Laporta, membantah klaim Xavi Hernandez dan Mateu Alemany terkait kegagalan transfer Lionel Messi pada 2023.

Saga di balik kegagalan transfer Lionel Messi kembali ke Barcelona pada tahun 2023 kembali mencuat, setelah pernyataan dari mantan pelatih klub, Xavi Hernandez, memicu respons keras dari Presiden Barcelona, Joan Laporta. Xavi mengklaim Laporta membatalkan rencana tersebut karena khawatir akan pengaruh Messi di klub, sementara Laporta menegaskan sebaliknya, seperti dilansir dari Bola, pada Jumat (11/4/2026).

Xavi Hernandez, yang baru-baru ini dipecat dari posisinya sebagai pelatih Barcelona, menuduh Joan Laporta menolak kepulangan Messi dari Paris Saint-Germain (PSG). Menurut Xavi, Laporta merasa terancam oleh potensi kekuasaan besar Messi jika kembali ke Camp Nou, khawatir akan terjadi "perang kekuasaan."

"Leo tidak datang karena presiden tidak menginginkannya, bukan karena La Liga atau karena Jorge Messi meminta lebih banyak uang, itu bohong," beber Xavi.

Mantan pelatih Barcelona itu menambahkan, "Presiden dan orang-orangnya yang mengatakan 'tidak', bahwa klub tidak mampu membayarnya, bahwa mereka memegang semua kekuasaan dan Messi akan menyalahgunakan kekuasaan itu."

Pernyataan Xavi mendapat dukungan dari Mateu Alemany, mantan Direktur Sepak Bola Barcelona, yang mengatakan kepada Movistar+ bahwa klaim Xavi sesuai dengan pengetahuannya saat itu. Alemany membenarkan bahwa mereka telah mendapatkan persetujuan dari La Liga untuk transfer tersebut.

Namun, Laporta menanggapi tuduhan tersebut dengan membantah keras. Ia menilai Xavi dimanfaatkan oleh rival politiknya, Victor Font. Laporta menyebutkan bahwa Messi dan ayahnya, Jorge Messi, belum memberikan persetujuan untuk kembali saat Barcelona menyusun rencana kelayakan finansial kepada La Liga.

"Apa yang dikatakan Xavi tidak benar. Yang tidak kami miliki saat itu adalah persetujuan dari Messi. Tidak ada respons dari Jorge, lalu dia memberi tahu kami bahwa keputusan mereka adalah pergi ke Inter Miami," kata Laporta.

Laporta juga menuding Mateu Alemany memiliki alasan tersembunyi di balik pernyataannya, kemungkinan terkait dengan kepindahannya ke Atletico Madrid. "Jika rasa kesal bercampur, hasilnya bisa menjadi tidak benar," ujar Laporta dalam wawancara dengan Onze di Esport 3.

Presiden La Liga, Javier Tebas, turut mendukung klaim Laporta dengan menyatakan bahwa Barcelona tidak pernah menghubungi pihak liga terkait rencana tersebut. Laporta juga menegaskan La Liga tidak pernah memberikan persetujuan definitif untuk transfer Messi.

Laporta mengaitkan pandangan Xavi dengan rasa kecewa terhadap klub. "Pendapat Xavi sangat dipengaruhi oleh rasa kecewa tertentu dan dari perasaan itu, kebenaran menjadi hilang," tambah Laporta, merujuk pada pemecatan Xavi pada 2024.

Di sisi lain, Lionel Messi sendiri dalam beberapa wawancara sejak bergabung dengan Inter Miami, termasuk dengan Mundo Deportivo dan SPORT pada Juni 2023, mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke Barcelona. Namun, ia tidak ingin berada dalam situasi tidak pasti seperti saat meninggalkan klub pada 2021.

"Saya sangat bersemangat untuk bisa kembali, tetapi setelah mengalami apa yang saya alami dan cara saya pergi sebelumnya, saya tidak ingin berada dalam situasi yang sama lagi: menunggu apa yang akan terjadi dan menyerahkan masa depan saya ke tangan orang lain," kata Messi.

Recommended