Laurent Simons Raih Gelar Doktor Fisika Kuantum di Usia 15 Tahun

Remaja asal Belgia, Laurent Simons, kembali membuat dunia takjub dengan meraih gelar Doktor Fisika Kuantum di usia 15 tahun dari University of Antwerp.

Dunia kembali dibuat takjub oleh Laurent Simons, remaja asal Belgia, yang meraih gelar Doktor Fisika Kuantum di usia 15 tahun dari University of Antwerp. Pencapaian ini diumumkannya melalui akun Instagram pribadinya. "It's official: Dr Simons! Just completed my PhD!!! Only way is up," kata Simons.

Simons, yang dikenal sebagai anak ajaib, tidak mengejar gelar semata. Ia memiliki misi membantu manusia hidup lebih sehat, motivasi yang lahir dari rasa sayangnya kepada kakek dan neneknya yang meninggal karena sakit. Cita-citanya adalah menggabungkan Fisika, Kedokteran, dan AI untuk menciptakan teknologi yang dapat memperpanjang umur manusia dan memperbaiki bagian tubuh yang rusak.

Kecerdasan Simons telah terlihat sejak usia dini. Pada tahun 2018, ia lulus sekolah menengah di usia 8 tahun bersama siswa berusia 18 tahun. IQ-nya mencapai 145, dan matematika menjadi mata pelajaran favoritnya karena cakupannya yang luas.

Jejak Pendidikan Laurent Simons

Lulus SMA di Usia 8 Tahun

Sejak kecil, Simons dikenal sangat cepat dalam menyerap pelajaran. Gurunya menyadari bahwa ia dapat menyelesaikan materi setahun hanya dalam beberapa minggu. Sekolah menawarkan jalur akselerasi, dan ia berhasil menyelesaikan materi Secondary School yang normalnya ditempuh enam tahun hanya dalam 1,5 tahun.

Masuk Bangku Kuliah di Usia 9 Tahun

Di usia 9 tahun, Simons memilih Teknik Elektro di Belanda untuk S1-nya. Namun, karena dinilai terlalu muda untuk lulus sebelum usia 10 tahun, pihak kampus tidak mengizinkannya menyelesaikan studi di sana. Ia kemudian pindah ke University of Antwerp dan beralih ke jurusan Fisika. Simons menyelesaikan S1 hanya dalam 18 bulan dan S2 dalam 1 tahun.

Raih Gelar Doktor Fisika Kuantum di Usia 15 Tahun

Simons melanjutkan S3 di University of Antwerp dengan riset tentang Quantum Physics. Gelar doktor berhasil diraih dalam waktu sekitar tiga tahun, tepat di usia 15 tahun.

Lanjut PhD Kedua di Bidang Medical Science di Jerman

Saat ini, Simons sedang menempuh PhD kedua di bidang Medical Science di Ludwig Maximilian University of Munich (LMU Munich), Jerman. Ia menolak tawaran gaji fantastis dari perusahaan teknologi raksasa demi fokus pada riset yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kisah Laurent Simons membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk meraih prestasi tertinggi dan menggunakan kecerdasan untuk tujuan yang lebih besar.

Recommended