Leeds United berhasil mengamankan satu tempat di babak semifinal Piala FA musim 2025/2026. Keberhasilan tim berjuluk The Whites ini datang setelah kemenangan dramatis melalui adu penalti atas West Ham United. Gol penentu kelolosan dicetak oleh bek keturunan Indonesia, Pascal Struijk.
Momen krusial terjadi ketika Pascal Struijk sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti. Gol tersebut bukan hanya membawa Leeds ke semifinal, tetapi juga menandai pencapaian bersejarah setelah 39 tahun terakhir.
Pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit awal membuat kedua tim harus berjuang keras. Daya juang tinggi ditunjukkan oleh kedua kesebelasan, sehingga laga harus ditentukan melalui babak adu penalti yang penuh tekanan.
Menurut laporan yang dikutip dari Bola, bagi Leeds, kemenangan ini memiliki makna lebih dari sekadar hasil akhir. Ini adalah momentum penting untuk kembali bersaing di kancah sepak bola tertinggi di Inggris.
Pascal Struijk, bek andalan Leeds United, mengungkapkan rasa bangganya terhadap performa dan perjuangan tim sepanjang pertandingan. Dalam keterangannya usai laga, Struijk menyoroti ketenangan timnya.
“Saya sudah mengatakan sebelum pertandingan bahwa ini akan menjadi kemenangan yang sangat besar jika kami menang hari ini,” ujarnya. Dia juga menekankan persiapan matang yang sudah dilakukan tim.
Struijk menambahkan bahwa timnya telah dipersiapkan dengan baik dan tahu apa yang harus dilakukan. “Tim menunjukkan ketenangan luar biasa, terutama di momen-momen sulit ketika mereka menekan kami,” katanya.
Tidak hanya itu, Struijk juga secara khusus memberikan pujian kepada rekannya, Lucas Perri, yang tampil gemilang di bawah mistar gawang. “Saya juga ingin memberi apresiasi untuk Lucas. Dia tampil luar biasa hari ini,” tambahnya.
Fokus ke Wembley, Target Ukir Sejarah
Setelah memastikan diri melaju ke semifinal, Leeds United kini mempersiapkan diri untuk tantangan berikutnya di Wembley. Struijk menegaskan bahwa timnya tidak terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi.
“Bagi kami, tidak terlalu penting siapa yang akan kami hadapi,” ujarnya. Namun, ia sempat menyinggung potensi untuk menghadapi Chelsea, tim yang berhasil diimbangi Leeds dalam dua pertemuan sebelumnya di musim ini.
“Jika melihat liga, kami punya dua hasil bagus melawan Chelsea. Saya tidak ingin bicara terlalu banyak, tetapi semoga kami bisa melakukannya untuk ketiga kalinya,” ucapnya.
Struijk juga menyatakan bahwa Leeds bertekad untuk memperbaiki catatan mereka di Wembley. “Setelah pengalaman terakhir kami di Wembley, kami ingin menciptakan kenangan yang lebih baik. Saat kami ke sana, kami akan memberikan yang terbaik,” tutup Struijk.