Lestari Moerdijat Dorong Peningkatan Literasi Nasional Melalui Gen Z

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemangku kepentingan memanfaatkan tingginya minat baca Gen Z untuk memperkuat literasi nasional berkelanjutan.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan perlunya langkah strategis dari pemangku kepentingan untuk memanfaatkan tren positif peningkatan minat baca di kalangan Generasi Z pada Kamis, 23 April 2026. Hal tersebut bertujuan guna memperkuat fondasi literasi masyarakat Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Data riset lembaga survei Jakpat pada semester kedua 2025 menunjukkan bahwa aktivitas membaca Gen Z mencapai 26 persen. Angka ini melampaui generasi Milenial yang mencatat persentase 20 persen serta Generasi X yang berada di angka 18 persen, sebagaimana dilansir dari Medcom.

Lestari Moerdijat menilai fenomena ini sebagai momentum berharga karena para pemuda mulai memilih kegiatan berkualitas dalam mengisi waktu luang. Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya minat baca tidak secara otomatis meningkatkan kualitas literasi tanpa adanya intervensi kebijakan yang tepat.

"Peningkatan minat baca di kalangan generasi muda ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan berbagai langkah strategis agar berkelanjutan dan pada akhirnya mampu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia," ujar Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI dalam keterangan tertulisnya.

Anggota Komisi X DPR RI tersebut mengusulkan penguatan komunitas baca, baik secara fisik maupun digital. Fasilitasi ini diharapkan mampu memicu diskusi dan pembuatan resensi buku secara organik di tengah masyarakat untuk memperdalam pemahaman informasi.

Sektor formal seperti sekolah dan perguruan tinggi juga diminta mengubah metode pemberian tugas. Siswa dan mahasiswa diharapkan tidak hanya membaca teks, tetapi didorong untuk mengolah, mengkritisi, hingga menyajikan kembali informasi yang telah mereka pelajari.

Selain metode pendidikan, keterjangkauan bahan bacaan menjadi poin krusial yang ditekankan oleh legislator daerah pemilihan Jawa Tengah II tersebut. Ia menyoroti pentingnya kelengkapan buku fisik dan akses buku digital di berbagai perpustakaan daerah.

Lestari mengharapkan adanya kebijakan fiskal baru yang mendukung industri literasi, seperti penghapusan pajak buku dan pemberian keringanan harga kertas. Langkah ini dinilai akan menekan harga jual buku sehingga lebih mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui integrasi berbagai langkah tersebut, momentum statistik 26 persen Gen Z diharapkan bertransformasi menjadi ekosistem literasi nasional yang inklusif. Upaya ini ditujukan agar Indonesia memiliki fondasi intelektual yang lebih kuat di masa depan.

Recommended