Lestari Moerdijat Kritisi Rencana Penutupan Prodi Tidak Relevan Pasar

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat ingatkan pemerintah agar tidak menutup program studi hanya berdasarkan kebutuhan pasar industri jangka pendek.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti wacana perampingan program studi di perguruan tinggi dalam diskusi daring bertajuk Denpasar 12 pada Rabu, 6 Mei 2026. Ia mengingatkan agar kebijakan penutupan jurusan yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan pasar dilakukan melalui kajian mendalam.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, wacana ini berkembang seiring adanya ide untuk menutup prodi yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Lestari menilai pendekatan yang terlalu berfokus pada kebutuhan pasar berisiko mengabaikan esensi pendidikan sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan.

Lestari menjelaskan bahwa tidak semua disiplin ilmu dapat diukur efektivitasnya hanya melalui kebutuhan pasar tenaga kerja jangka pendek. Menurutnya, kampus memiliki fungsi strategis dalam menjaga keberagaman keilmuan demi kepentingan masa depan bangsa.

Keputusan penutupan prodi secara sepihak dinilai dapat menghambat ekosistem pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa kebijakan strategis di sektor pendidikan tidak boleh didasarkan pada pertimbangan pragmatis atau alasan ekonomi semata.

"Kita tidak boleh menyederhanakan pendidikan hanya untuk kebutuhan pasar," ujar Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI. Ia mendorong adanya pelibatan akademisi serta pakar sebelum pemerintah mengambil langkah besar terkait penutupan atau penggabungan prodi.

Risiko pengurangan keragaman perspektif di dunia akademik menjadi salah satu kekhawatiran utama jika efisiensi menjadi satu-satunya parameter. Lestari berharap pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara relevansi lulusan dan misi utama pendidikan nasional dalam membentuk manusia seutuhnya.

Recommended