Kesuksesan Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United ternyata dipengaruhi oleh inspirasi dari luar dunia sepak bola.
Adalah Lewis Hamilton, juara dunia Formula 1 tujuh kali, yang menjadi rujukan Carrick dalam memotivasi pemain di ruang ganti.
Carrick meraih start sempurna sejak ditunjuk sebagai manajer sementara MU. Ia sukses membawa Setan Merah meraih kemenangan atas Manchester City dan Arsenal dalam dua laga pertamanya.
Carrick mengakui terinspirasi dari mentalitas Hamilton yang mencerminkan standar tertinggi dalam olahraga profesional. Ia bahkan sering mengutip pernyataan Hamilton untuk membakar semangat tim.
"Saya dulu sering mengatakan ini kepada para pemain saat masih di Middlesbrough," ujar Carrick dalam podcast "Rio Ferdinand Presents".
"Mungkin mereka sudah bosan mendengarnya," imbuhnya.
Carrick mengutip kalimat Hamilton yang dianggapnya sangat kuat.
"Saya pernah melihat sebuah kutipan dari Lewis Hamilton, kutipan yang luar biasa. Dia mengatakan, 'Jika saya merasa nyaman di dalam mobil, berarti saya tidak mengemudi cukup cepat.'"
Ia menekankan pesan tersebut kepada para pemainnya.
"Jangan pernah merasa nyaman karena saat Anda nyaman, itu berarti Anda tidak mendorong diri Anda cukup keras," ucapnya.
Carrick berharap para pemain MU mengadopsi mentalitas Hamilton, yang secara statistik merupakan pembalap Formula 1 paling sukses. Kini membela Ferrari, Hamilton sejajar dengan legenda Michael Schumacher dengan tujuh gelar juara dunia. Ia juga memegang rekor kemenangan balapan terbanyak (105) dan pole position terbanyak (104).
Di luar lintasan balap, Hamilton dikenal sebagai penggemar sepak bola sejak kecil dan merupakan pendukung Arsenal. Pada 2022, ia sempat tergabung dalam konsorsium yang gagal mengakuisisi Chelsea.
Hamilton menceritakan latar belakang kecintaannya pada sepak bola.
"Saat saya masih kecil, di sekitar tempat tinggal saya, saya sering bermain sepak bola dengan anak-anak lain dan beberapa teman dekat," kisahnya.
"Saya benar-benar ingin diterima. Saat itu saya adalah satu-satunya anak berkulit 'berwarna' di sana," ungkapnya.
Teman-temannya mendukung klub yang berbeda-beda.
"Ada yang mendukung Tottenham Hotspur, ada yang Manchester United. Saya ingat sempat berpindah-pindah dukungan saat kecil, lalu pulang ke rumah dan kakak perempuan saya, Sam, memukul lengan saya berkali-kali, pada dasarnya memukuli saya, sambil berkata, ‘Kamu harus mendukung Arsenal!'"
Sejak saat itu, Hamilton mantap menjadi pendukung Arsenal.
"Saya ingat pada usia lima atau enam tahun saya akhirnya menjadi penggemar Arsenal," akunya.
Meski begitu, ia juga memiliki kedekatan dengan Chelsea karena pamannya, Terry, merupakan pendukung fanatik klub tersebut. Hamilton menegaskan kecintaannya pada olahraga secara umum.
"Pada akhirnya, saya adalah penggemar olahraga. Ini adalah olahraga terbesar di dunia, dan Chelsea adalah salah satu klub terbesar serta tersukses di dunia,” katanya.
"Ketika mendengar tentang peluang itu, saya berpikir, 'Wow, ini adalah salah satu kesempatan terbesar untuk menjadi bagian dari sesuatu yang luar biasa.'"
Sumber: Crash