Pemerintah Tetapkan Libur Nasional Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Pemerintah menetapkan Senin, 1 Juni 2026 sebagai hari libur nasional peringatan Hari Lahir Pancasila yang memicu periode libur panjang akhir pekan.

Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Senin, 1 Juni 2026, sebagai hari libur nasional untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Ketetapan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati libur panjang akhir pekan atau long weekend yang dimulai sejak Sabtu, 30 Mei 2026.

Berdasarkan kalender masehi, periode libur tiga hari berturut-turut tersebut mencakup Sabtu (30/5), Minggu (31/5), dan Senin (1/6). Dilansir dari Medcom, durasi istirahat ini lebih panjang satu hari dibandingkan libur akhir pekan rutin yang biasanya hanya berlangsung selama dua hari.

Landasan hukum penetapan hari libur ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri PAN-RB Nomor: 1497 Tahun 2025, Nomor: 2 Tahun 2025, dan Nomor: 5 Tahun 2025. Dokumen tersebut mengatur secara rinci mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Selain Hari Lahir Pancasila, bulan Juni 2026 memiliki satu hari libur nasional tambahan pada pertengahan bulan. Selasa, 16 Juni 2026, ditetapkan sebagai tanggal merah dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Secara kumulatif, terdapat enam tanggal merah pada bulan Juni 2026 yang terdiri dari dua hari libur nasional dan empat libur akhir pekan rutin di hari Minggu. Secara keseluruhan, pemerintah telah menyepakati total 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama sepanjang tahun 2026.

Daftar Tanggal Merah Juni 2026
Hari dan Tanggal Keterangan Libur
Senin, 1 Juni 2026 Hari Lahir Pancasila
Minggu, 7 Juni 2026 Libur Akhir Pekan
Minggu, 14 Juni 2026 Libur Akhir Pekan
Selasa, 16 Juni 2026 Tahun Baru Islam 1448 H
Minggu, 21 Juni 2026 Libur Akhir Pekan
Minggu, 28 Juni 2026 Libur Akhir Pekan

Kebijakan cuti bersama yang menyertai beberapa hari libur nasional bertujuan untuk memperpanjang masa istirahat masyarakat. Langkah ini diambil guna menjaga keseimbangan produktivitas kerja serta mendorong aktivitas ekonomi pada sektor pariwisata domestik di Indonesia.

Recommended