Masyarakat yang berencana melakukan aktivitas luar ruangan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada awal pekan ini tampaknya perlu menyiapkan payung dan ekstra waspada. Berdasarkan data terbaru, kondisi atmosfer menunjukkan adanya peningkatan intensitas curah hujan yang cukup signifikan. Dinamika cuaca di wilayah selatan Jawa ini masih dipengaruhi oleh pola angin yang membawa massa udara basah, sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif yang masif.
Memasuki hari Senin, 23 Februari 2026, mayoritas kabupaten dan kota di Yogyakarta diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem di waktu-waktu tertentu. Fenomena hujan petir menjadi ancaman utama bagi mobilitas warga, terutama bagi mereka yang sering melintasi area terbuka atau perbukitan. Memahami fluktuasi suhu dan kelembapan sangat penting agar rencana perjalanan Anda tidak terganggu oleh perubahan cuaca yang tiba-tiba.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam rincian prakiraan cuaca di lima wilayah administrasi DIY, mulai dari Kota Yogyakarta hingga wilayah pesisir Kulon Progo dan Gunungkidul. Dengan data yang dihimpun secara real-time, kami menyajikan panduan lengkap untuk membantu Anda memitigasi risiko akibat cuaca buruk. Berikut adalah detail lengkap prakiraan cuaca yang dikutip dari bmkg.go.id 22/2/2026.
Detail Prakiraan Cuaca DIY Yogyakarta Senin, 23 Februari 2026
Berdasarkan rilis resmi, kondisi cuaca di DIY pada tanggal 23 Februari didominasi oleh hujan petir dengan suhu udara yang cenderung sejuk namun memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi. Berikut adalah ringkasan data cuaca untuk setiap wilayah:
| Kabupaten / Kota | Kondisi Cuaca | Suhu (°C) | Kelembapan (%) |
| Kota Yogyakarta | Hujan Petir | 23–28 °C | 79–97% |
| Sleman | Hujan Ringan | 23–28 °C | 79–94% |
| Bantul | Hujan Petir | 23–28 °C | 81–99% |
| Kulon Progo | Hujan Petir | 23–28 °C | 76–97% |
| Gunungkidul | Hujan Petir | 23–27 °C | 83–98% |