Lima Petenis Pria Terhebat Sepanjang Sejarah, Siapa Saja?

Daftar lima petenis pria terhebat sepanjang sejarah lintas generasi, dari Rod Laver hingga Novak Djokovic.

Dunia tenis terus berkembang pesat, memikat penggemar di seluruh dunia dengan pertandingan menarik. Dari John McEnroe hingga Novak Djokovic, banyak talenta luar biasa yang telah menjadi legenda di era masing-masing.

Seiring waktu, generasi baru petenis muncul, siap menggantikan para pendahulunya. Mereka tidak hanya terkenal, tetapi juga sukses secara finansial.

Berikut lima petenis pria terhebat sepanjang sejarah lintas generasi, menurut Givemesport:

1. Rod Laver

Rod Laver, lahir di Australia, menempati posisi teratas. Prestasinya pada tahun 1960-an dan 70-an menjadikannya salah satu pemain pria paling sukses dalam sejarah tenis. Dengan 200 gelar sepanjang kariernya, termasuk 11 Grand Slam, Laver memegang rekor jumlah gelar terbanyak dan memenangkan Grand Slam di era amatir dan Terbuka.

2. Pete Sampras

Pete Sampras, petenis Amerika, berada di urutan keempat dalam daftar ini. Dianggap sebagai pemain terhebat sepanjang masa saat pensiun pada tahun 2002, Sampras memenangkan hampir semua gelar yang ada selama 15 tahun kariernya. Satu-satunya kekurangan adalah kegagalannya memenangkan French Open, meskipun mengoleksi 14 gelar Grand Slam.

3. Rafael Nadal

Rafael Nadal, sang "Raja Lapangan Tanah Liat", menempati posisi ketiga. Pensiun pada tahun 2024 dengan 22 kemenangan Grand Slam, Nadal memegang rekor 14 kemenangan di Roland Garros, yang kemungkinan besar tidak akan terpecahkan. Ia juga meraih dua medali emas Olimpiade, menjadikannya salah satu yang terbaik sepanjang masa.

4. Roger Federer

Roger Federer, legenda tenis, berada di posisi kedua. Dengan 20 gelar Grand Slam, delapan di antaranya diraih di Wimbledon, Federer dikenal karena kemampuannya membuat tenis terlihat mudah dan tenang.

5. Novak Djokovic

Novak Djokovic dianggap sebagai pemain paling komplet dalam sejarah tenis. Ia memegang setiap gelar utama dalam tenis, termasuk medali emas Olimpiade di Paris 2024 dan 24 gelar Grand Slam. Djokovic terus menjaga kondisi fisiknya agar tetap kompetitif, meskipun munculnya bintang baru seperti Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz.

Meskipun kalah dari Alcaraz di final Australia Open 2026, Djokovic akan tetap dikenang sebagai pemain tenis terbaik sepanjang masa (GOAT).

Recommended