Liverpool mencatatkan rekor negatif yang tidak diharapkan dalam 14 tahun terakhir, menyusul serangkaian hasil mengecewakan dalam laga-laga tandang di berbagai kompetisi. Terbaru, The Reds harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 0-2 pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB, seperti dilansir dari Bola.
Kekalahan ini menjadi titik terendah yang signifikan di tengah musim sulit bagi juara bertahan Premier League tersebut. Gol-gol PSG dicetak oleh Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia, menunjukkan perbedaan kualitas yang mencolok antara kedua tim.
Hasil ini menandai pertama kalinya Liverpool menelan empat kekalahan tandang beruntun di semua kompetisi sejak April 2012. Rangkaian hasil minor ini dimulai dengan kekalahan tipis 0-1 dari Galatasaray di Liga Champions.
Rentetan kekalahan tersebut berlanjut dengan takluk 1-2 dari Brighton & Hove Albion di liga domestik sebelum jeda internasional. Hasil paling mengkhawatirkan adalah saat Liverpool dibantai Manchester City 4-0 di perempat final Piala FA, di mana Erling Haaland mencetak hat-trick.
Dalam empat pertandingan tandang tersebut, Liverpool kebobolan total sembilan gol dan hanya mampu mencetak satu gol. Masalah utama yang terus berulang adalah kurangnya disiplin di lini belakang.
Kondisi ini, menurut Sportmole yang dikutip dari Bola, menjadi periode tandang terburuk bagi Liverpool sejak akhir masa kepelatihan kedua Kenny Dalglish pada musim 2011/2012. Kala itu, Liverpool menelan kekalahan beruntun dari Manchester United, Sunderland, Queens Park Rangers, dan Newcastle United, sebelum akhirnya menang melawan Blackburn Rovers pada April 2012.
Skuad Liverpool saat ini menunjukkan kerentanan serupa. Tim asuhan Arne Slot telah menderita 16 kekalahan di semua kompetisi musim ini, tidak termasuk Community Shield.
Catatan ini jelas menunjukkan penurunan performa yang signifikan dibandingkan musim lalu ketika mereka berhasil menjuarai liga. Tanpa 'keajaiban' di Anfield pada leg kedua, Liverpool tampaknya akan sulit bangkit jika melihat performa mereka di laga tandang terkini.
Laga Lain di Liga Champions dan Conference League
Di pertandingan perempat final Liga Champions lainnya, Barcelona secara mengejutkan tumbang di kandang sendiri dengan skor 0-2 dari Atletico Madrid. Kekalahan ini terjadi setelah bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, menerima kartu merah pada menit ke-44.
Julian Alvarez memecah kebuntuan di menit ke-44, diikuti oleh gol Alexander Sorloth di menit ke-70 yang memastikan kemenangan Atletico Madrid. Hasil ini juga mengakhiri rentetan panjang tanpa kemenangan Atletico di Camp Nou sejak 2006.
Sementara itu, di ajang Conference League, Mainz 05 akan menjamu Strasbourg di MEWA Arena. Kedua tim datang dengan catatan impresif tanpa kekalahan.
Mainz 05 di bawah asuhan Urs Fischer belum terkalahkan dalam delapan laga terakhir, termasuk kemenangan beruntun atas Eintracht Frankfurt dan Hoffenheim. Strasbourg juga tak kalah solid, mencatatkan 10 pertandingan tanpa kekalahan di semua ajang di bawah arahan Gary O’Neil.
Prediksi Laga Liga Europa
Di Liga Europa, Aston Villa akan bertandang ke markas Bologna untuk leg pertama perempat final. Pertemuan ini menjadi yang ketiga dalam dua musim terakhir antara kedua tim.
Aston Villa menargetkan kemenangan kedelapan beruntun di Liga Europa, setelah lolos dengan mengalahkan Lille. Sementara itu, Bologna yang sempat kalah dua kali di Inggris, kini ingin memperpanjang catatan tak terkalahkan di kompetisi Eropa.
Menurut analisis SportsMole, laga Bologna vs Aston Villa diprediksi berakhir imbang 1-1. Sementara Opta Analyst memberikan peluang 51,7% untuk Aston Villa, dan Whoscored memprediksi kemenangan 1-2 untuk Aston Villa.