Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan pesan khusus yang ia sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Diskusi mengenai strategi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi Indonesia di tengah konflik Timur Tengah yang memanas menjadi fokus utama pertemuan pada hari Rabu.
Luhut menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi "perfect storm" atau badai yang sempurna. Kondisi ini disebabkan oleh belum pulihnya ekonomi global dari berbagai krisis, ditambah dengan perang di Timur Tengah yang memberikan dampak signifikan, terutama pada rantai pasok energi.
"Saya sampaikan kepada Presiden bahwa dunia sedang menghadapi "perfect storm". Eskalasi konflik di Timur Tengah terjadi saat pemulihan ekonomi dunia belum stabil. Dampaknya sangat nyata terhadap rantai pasok energi global dan kita tidak tahu kapan situasi ini mereda. Ibarat mengemudikan kapal di tengah cuaca ekstrem, setiap keputusan harus diambil dengan presisi agar kita tetap pada jalur yang benar," kata Luhut dalam unggahan resminya di Instagram, @luhut.pandjaitan, Kamis (12/3/2026).
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa ketahanan energi Indonesia saat ini masih cukup kuat, dengan pasokan BBM dan gas nasional yang memadai.
Luhut menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap fluktuasi harga energi dan mitigasi dampaknya terhadap APBN. Tujuannya adalah agar APBN dapat membantu menjaga daya beli masyarakat.
"Meskipun begitu, kami akan terus memantau fluktuasi harga energi global setiap waktu untuk kemudian menyiapkan mitigasi agar dampak terhadap APBN tetap terkendali. Fokus utama kita adalah memastikan guncangan luar tidak menghantam langsung daya beli masyarakat," ujar Luhut.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, Luhut menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan berdasarkan data. Ia juga menyerukan seluruh jajaran pemerintah untuk terus mengantisipasi dinamika global demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Waspada itu perlu, tetapi menjaga optimisme melalui kerja keras dan kekompakan seluruh elemen bangsa itu wajib. Dengan begitu, kita bisa bernavigasi melewati badai tantangan global ini dengan selamat," tegas Luhut.