Graham Arnold Ungkap Ketidakadilan Lokasi Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia

Graham Arnold menyoroti ketidakadilan pemilihan tuan rumah putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang merugikan Irak dan Timnas Indonesia.

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat berbicara dalam siniar The Howie Games di YouTube pada Kamis (30/4/2026).

Arnold menyoroti keputusan AFC yang menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah, padahal sebelumnya terdapat informasi bahwa pertandingan akan digelar di tempat netral. Penunjukan tersebut dinilai memberikan keuntungan besar bagi tim tuan rumah sementara merugikan peserta lain di grup tersebut.

Dilansir dari Bola, klasemen akhir Grup B menempatkan Arab Saudi sebagai juara grup setelah unggul produktivitas gol atas Irak meski keduanya memiliki poin dan selisih gol yang sama. Irak harus puas menjadi runner-up dan berjuang melalui babak play-off putaran kelima untuk memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.

Arnold juga menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi Timnas Indonesia yang tersingkir pada fase tersebut. Ia menilai penetapan tuan rumah tidak didasarkan pada peringkat FIFA, di mana Irak yang berada di posisi ke-57 seharusnya lebih berhak menjadi tuan rumah dibandingkan Arab Saudi di posisi ke-58.

"Ya, saya harus mengatakan bahwa pada babak play-off itu saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami, karena menurut saya itu benar-benar tidak adil," ujar Graham Arnold, Pelatih Timnas Irak.

Ketidakadilan tersebut juga terlihat dari jadwal pertandingan yang sangat padat bagi tim tamu. Skuad Garuda dilaporkan tiba di Arab Saudi pada Senin dan harus segera bertanding pada Rabu malam, sementara tuan rumah memiliki waktu istirahat yang jauh lebih panjang.

Berdasarkan keterangan Arnold, Arab Saudi mendapatkan waktu jeda selama enam hingga tujuh hari setelah pertandingan pertama. Sebaliknya, Irak dan Indonesia hanya diberikan waktu istirahat dua sampai tiga hari sebelum melakoni laga krusial berikutnya di grup tersebut.

Recommended