Maarten Paes dan Ajax Amsterdam Terus Dikritik di Tengah Performa Menurun

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, bersama klubnya Ajax Amsterdam, menghadapi kritik keras menyusul performa angin-anginan di Eredivisie 2025/2026.

Maarten Paes, penjaga gawang Timnas Indonesia, kembali menjadi sorotan tajam di Belanda. Performanya bersama Ajax Amsterdam terus menuai kritik, bahkan setelah ia tampil reguler dalam beberapa laga. Situasi ini tidak terlepas dari penampilan klub Ibu Kota Belanda yang sedang tidak stabil, di mana mereka hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir, dengan tiga hasil imbang dan dua kekalahan, seperti dilansir dari Bola.

Sorotan terbaru datang setelah Ajax menelan kekalahan 1-2 dari FC Twente pada pekan ke-29 Eredivisie 2025/2026 di kandang sendiri. Hasil ini sangat merugikan Ajax yang tengah berambisi lolos otomatis ke Liga Champions. Saat ini, mereka masih terpaku di urutan kelima klasemen sementara dengan 48 poin.

Meskipun secara statistik Paes mencatat tiga penyelamatan penting dan aktif dalam distribusi bola dari lini belakang, dua gol yang bersarang ke gawangnya menjadi catatan besar bagi para pengamat. Dikutip dari TvOne, hal ini memperkuat anggapan bahwa performa Paes masih belum stabil. René van der Gijp, salah satu analis ternama dalam program Vandaag Inside, menilai gaya bermain Paes terlalu berisiko.

"Saya melihat dia melakukan hal-hal yang membuat saya berpikir: itulah mengapa Anda memakai sarung tangan. Kiper yang buruk," ucap Van der Gijp sambil tertawa. Komentar tersebut diperkuat oleh Johan Derksen yang menyebut Paes sebagai "kiper yang cacat." Paes sendiri didatangkan Ajax pada Februari 2026 dari FC Dallas dengan nilai sekitar 1,5 juta euro sebagai solusi cedera panjang Vítězslav Jaroš.

Tantangan dan Harapan Ajax

Pelatih Ajax, Oscar Garcia, mengakui kekalahan dari FC Twente sangat mengecewakan. "Kami membutuhkan karakter yang kuat untuk merespons dengan cara yang benar. Itu dimulai dengan bekerja lebih keras, tetap bersatu sebagai tim, dan bertanggung jawab. Di klub seperti Ajax, kritik datang ketika kami tidak menang, dan kami harus menerimanya," tutur Oscar Garcia di laman resmi Ajax.

Garcia menegaskan bahwa timnya hanya memiliki satu pilihan, yaitu menyapu bersih lima pertandingan tersisa Eredivisie musim ini dengan kemenangan. Selain itu, mereka juga berharap para pesaingnya terpeleset agar dapat meraih tiket ke Liga Champions musim depan. Ajax masih tertinggal enam poin dari Feyenoord di urutan kedua dan lima angka dari NEC Nijmegen di posisi ketiga untuk merebut tiket Kualifikasi Liga Champions.

Laga Krusial Melawan Heracles Almelo

Pertandingan penting bagi Ajax akan berlangsung melawan tuan rumah Heracles Almelo pada pekan ke-30 Eredivisie 2025/2026 di Asito Stadion, Minggu (12/4/2026) dini hari WIB. Bagi Oscar Garcia, kemenangan dalam laga ini adalah satu-satunya cara untuk membungkam para pengkritik.

Setelah menghadapi Heracles Almelo, Ajax akan meladeni empat partai menentukan lainnya: NAC Breda, PSV Eindhoven, FC Utrecht, dan terakhir Heerenveen. Meskipun Heracles Almelo sedang berada di dasar klasemen, Garcia tetap memperingatkan timnya untuk tidak meremehkan lawan. "Heracles sering bermain lebih baik daripada yang ditunjukkan oleh hasil mereka. Terutama di kandang, mereka telah menunjukkan bahwa mereka dapat menyulitkan hampir semua lawan," jelas Garcia.

Recommended