Maarten Paes, penjaga gawang Timnas Indonesia, mengungkapkan kekagumannya terhadap atmosfer sepak bola di Indonesia, khususnya saat bermain di kandang sendiri. Pengalaman ini didapatkannya sejak menjalani debut bersama Timnas Indonesia.
Saat ini, Paes juga tengah menikmati kariernya di Ajax Amsterdam, klub besar dengan sejarah panjang di sepak bola Belanda dan Eropa. Ia bergabung dengan Ajax pada bursa transfer Januari dan terikat kontrak selama 3,5 musim.
Kiper berusia 27 tahun tersebut telah menjalani debutnya bersama Ajax dalam pertandingan melawan NEC Nijmegen pada 22 Februari 2026, yang berakhir imbang 1-1. Pertandingan keduanya adalah melawan PEC Zwolle pada 1 Maret 2026, juga berakhir imbang 0-0.
Paes juga dipercaya untuk mengawal gawang Ajax dalam laga tandang melawan Groningen pada 7 Maret 2026.
Media sosial Ajax membagikan video wawancara Maarten Paes yang mengungkapkan kebanggaannya membela Timnas Indonesia dan kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
"Ini sebuah kehormatan besar. Sudah sekitar 18 bulan, sejak debut saya melawan Arab Saudi. Sejak saat itu, saya bisa membuat banyak kenangan indah. Juga banyak jam penerbangan dari Amerika," kata Maarten Paes.
Dari 10 penampilannya bersama Timnas Indonesia, tiga di antaranya dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, yaitu melawan Australia, Jepang, dan Bahrain.
Selalu Takjub
Paes mengaku selalu takjub setiap kali bermain di SUGBK dengan dukungan puluhan ribu suporter. Ia terkesan dengan koreografi dan nyanyian yang menggema sepanjang pertandingan.
"Jakarta selalu menyenangkan, tapi budaya sepak bola mereka sangat diremehkan. Saya mengajak semua orang untuk datang dan melihatnya karena luar biasa, sedikit seperti orang Argentina dalam hal kegilaan mereka terhadap sepak bola," kata Paes.
"Sangat luar biasa. Pertandingan kandang dengan 80 ribu penonton. Mereka membuat lebih banyak suara daripada yang bisa Anda bayangkan, gila," imbuh Paes.