Apple memperkenalkan MacBook Neo, sebuah laptop Mac yang ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau, mulai dari USD 599 atau sekitar Rp 10 juta. Perangkat ini menarik perhatian karena menggunakan chip A18 Pro dan memori 8GB unified memory, spesifikasi yang berbeda dari lini MacBook lainnya.
Penggunaan chip A18 Pro menandai pendekatan baru Apple dalam menghadirkan Apple Silicon ke perangkat Mac. Langkah ini memungkinkan Apple untuk membawa teknologi terbaru dari arsitektur Apple Silicon ke perangkat dengan harga yang lebih bersahabat.
Walaupun chip A18 Pro sebelumnya dikenal sebagai prosesor yang digunakan pada perangkat iPhone, Apple menjamin bahwa macOS tetap berjalan optimal pada MacBook Neo. Arsitektur Apple Silicon yang scalable memungkinkan sistem operasi macOS untuk berjalan konsisten di berbagai perangkat, dari MacBook Neo hingga MacBook Air dan MacBook Pro.
Dengan pendekatan ini, fitur-fitur seperti Apple Intelligence serta integrasi antar perangkat Apple tetap tersedia pada MacBook Neo. Ini termasuk kemampuan continuity antara Mac, iPhone, iPad, dan AirPods.
Selain prosesor, konfigurasi memori 8GB menjadi salah satu spesifikasi utama perangkat ini. MacBook Neo menggunakan unified memory yang terintegrasi langsung dengan chip Apple Silicon. Hal ini memungkinkan pengelolaan memori yang lebih efisien dibandingkan RAM tradisional.
Apple menyatakan bahwa konfigurasi memori ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pengguna yang menjalankan aktivitas komputasi sehari-hari, seperti membuka banyak tab browser, menggunakan aplikasi produktivitas, serta menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan.
MacBook Neo diposisikan sebagai laptop ideal untuk penggunaan sehari-hari, menyasar pelajar, pekerja, dan pemilik usaha kecil. Perangkat ini dirancang untuk menangani berbagai aktivitas produktivitas dasar tanpa memerlukan spesifikasi yang lebih tinggi.
Untuk pengguna yang membutuhkan performa lebih besar untuk pekerjaan seperti pengeditan video tingkat lanjut atau produksi audio profesional, Apple menyarankan untuk memilih perangkat dengan spesifikasi yang lebih tinggi, seperti MacBook Air atau MacBook Pro.
Dengan strategi ini, MacBook Neo menjadi pintu masuk baru ke ekosistem Mac, menawarkan teknologi Apple Silicon dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan lini MacBook lainnya.