Manajemen Madura United mengalami kekecewaan setelah rencana untuk merekrut Joel Cornelli dipastikan batal. Kegagalan ini bukan disebabkan oleh masalah internal klub, melainkan karena adanya halangan dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Setelah Carlos Parreira mengundurkan diri, Laskar Sape Kerrap tengah berupaya mencari pelatih baru. Joel Cornelli, yang sebelumnya menangani Arema FC, dinilai sebagai kandidat ideal karena pengalamannya di sepak bola Indonesia.
Annisa Zhafarina, Direktur Utama PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), mengungkapkan kekecewaannya. Persiapan tim sebenarnya sudah matang, termasuk pengurusan administrasi.
"Seluruh proses administrasi sebenarnya telah kami selesaikan, termasuk penerbitan visa pada 18 Maret," kata Annisa. "Artinya, secara kesiapan, yang bersangkutan sudah sangat siap untuk bergabung bersama tim," ujarnya.
Setelah meninggalkan Arema FC, Joel Cornelli diminati oleh beberapa pihak. Setelah setahun tidak melatih, ia kemudian ditunjuk untuk menangani Timnas Wanita Senior Malaysia.
FAM mengetahui adanya pendekatan dari Madura United dan awalnya memberikan izin. Namun, pada saat-saat terakhir, mereka mengubah keputusan.
"FAM mengeluarkan surat terkait agenda turnamen tim wanita. Dalam kondisi tersebut, Joel Cornelli tidak mendapatkan izin untuk meninggalkan tim yang saat ini ia tangani," ungkap Annisa.
Madura United awalnya berencana untuk 'meminjam' Cornelli hingga akhir musim. Namun, izin cuti khusus tersebut akhirnya ditolak oleh FAM.
Opsi Lain Terkendala Situasi Timur Tengah
Sejatinya, Madura United sudah mempertimbangkan opsi lain, termasuk pelatih dari Eropa dan Amerika Selatan. Namun, situasi di Timur Tengah membuat opsi tersebut sulit direalisasikan.
Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk menyebabkan banyak penerbangan dibatalkan. Jika mengambil rute alternatif, biaya penerbangan menjadi tidak efisien.
"Upaya kami mendatangkan pelatih dari Eropa dan Amerika Selatan terkendala akomodasi penerbangan yang terdampak situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah," jelasnya.
Pulangkan Mantan Pelatih?
Madura United tidak tinggal diam. Mereka mengamati beberapa nama lain yang tersedia di Asia. Namun, tidak ada sosok yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim.
Opsi terbaik yang mungkin diambil Madura United adalah mendatangkan kembali mantan pelatih seperti Alfredo Vera dan Gomes de Oliveira.
Kebetulan, keduanya saat ini tidak terikat dengan tim lain. Saat ini, klub asal Pulau Garam itu berada di zona merah.
Lulinha dan kawan-kawan mengumpulkan 20 poin, sama dengan Persis Solo, tetapi kalah selisih gol di batas zona aman. "Kami memahami situasi ini bukan hal yang mudah, baik bagi tim maupun para suporter," tutup Annisa.