Madura United melakukan langkah strategis di tengah situasi kritis tim. Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab ini memutuskan untuk memindahkan lokasi pertandingan kandang mereka ke Stadion Gelora Bangkalan (SGB) hingga akhir musim BRI Super League 2025/2026. Keputusan ini diambil sebagai ikhtiar terakhir untuk keluar dari zona degradasi setelah tanpa kemenangan dalam 11 laga terakhir, seperti dilansir dari Bola.
Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, mengungkapkan keprihatinannya atas hasil buruk yang terus menerus menimpa tim. "Entah apa yang terjadi di musim ini, walaupun sudah bermain baik dengan semangat tinggi, tapi kami selalu diberi hasil yang tak baik. Sampai kasihan saya melihat pemain," ucap Achsanul. Ia menambahkan, "Kami tak akan menyerah dengan upaya yang maksimal. Semoga langit SGB dan Semesta Bangkalan memberikan kemudahan. Salam Settong Dhere..!"
Meskipun dikenal sebagai tim langganan papan atas dan pernah menembus final Championship Series 2023/2024, Madura United saat ini berada dalam titik nadir untuk kali kedua. Eksodus pemain besar-besaran dinilai menghancurkan fondasi tim yang telah kokoh sebelumnya.
Perpindahan ke SGB diharapkan mampu memulihkan mental tim yang terpuruk. Menurut Manajer Madura United, Umar Wachdin, ini bukan sekadar perpindahan, melainkan mengusung semangat baru untuk lepas dari jerat degradasi. "Semua akan kami lakukan demi mencari yang terbaik. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk membawa Madura United meraih hasil maksimal," jelas Umar.
Secara administratif, proses transisi berjalan lancar. Umar mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak terkait. Pihak-pihak tersebut meliputi PT LIB (Liga Indonesia Baru), tim Risk Assessment, Forkopimda Kabupaten Bangkalan, dan juga suporter.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Madura United, Moh. Alwi, menambahkan bahwa empat laga kandang sisa musim ini akan digelar di SGB. Jadwal tersebut adalah melawan Persik Kediri pada Sabtu (11/4/2026), Dewa United Banten FC pada 25 April, Bali United FC pada 5 Mei, dan PSM Makassar pada 23 Mei, sebagaimana diberitakan Antara News.
Panpel tengah mematangkan persiapan, termasuk memindahkan sejumlah peralatan dari Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan ke SGB. Alwi menjelaskan, "Karena sudah lama tidak dipakai untuk BRI Super League, tentu ada beberapa hal yang harus dibenahi agar sesuai standar regulator."
Dukungan suporter menjadi elemen krusial dalam upaya Madura United bertahan di kompetisi tertinggi. Perpindahan ke Bangkalan diharapkan dapat mendekatkan tim dengan basis pendukung mereka. Manajemen berharap kehadiran suporter secara langsung di stadion dapat menjadi suntikan semangat bagi para pemain.
Umar Wachdin menyoroti pentingnya kehadiran fans. "Dukungan suporter juga kami yakini akan menjadi energi tambahan yang sangat berarti bagi para pemain di lapangan. Semoga setiap ikhtiar ini menjadi jalan menuju hasil yang terbaik," pungkasnya. Laga terdekat di SGB akan mempertemukan Madura United dengan Persik Kediri dalam derbi Jawa Timur.
Saat ini, Madura United berada di posisi ke-16 klasemen dengan koleksi 20 poin dari 26 pertandingan yang telah dimainkan. Tim asuhan Rakhmad Basuki ini hanya terpaut satu poin dari Persis Solo yang berada di atas zona degradasi. Dengan hanya menyisakan empat laga kandang, setiap poin sangat berharga untuk menjaga peluang bertahan di BRI Super League musim depan.