Tiga Mahasiswa Asing Wisuda Pascasarjana di Fapet UGM

Dua doktor asal Vietnam dan satu magister asal Tanzania resmi diwisuda dari Fakultas Peternakan UGM dengan torehan prestasi akademik gemilang.

Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluluskan tiga mahasiswa asing dalam upacara Wisuda Pascasarjana yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026. Lulusan internasional tersebut terdiri dari dua orang doktor asal Vietnam dan satu orang magister asal Tanzania.

Dilansir dari Medcom, pencapaian akademik ketiga wisudawan ini tergolong sangat memuaskan dengan raihan indeks prestasi yang tinggi. Dua lulusan doktor asal Vietnam, Nguyen Hoang Qui dan Nguyen Thi Anh Thu, meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dengan predikat pujian.

Keduanya menempuh studi doktoral dalam waktu singkat, yakni sekitar tiga tahun melalui beasiswa Faculty of Animal Science International Fellowship Program 2023. Penelitian Nguyen Hoang Qui berfokus pada daya saing peternak babi di Delta Mekong, sementara Nguyen Thi Anh Thu meneliti keberlanjutan ekonomi peternakan biosekuriti.

"Tidak mudah menjalani studi. Namun, berkat ketekunan dan tekad yang kuat akhirnya selesai sudah perjuangan kami," ujar Nguyen Hoang Qui dalam keterangan tertulis pada Jumat, 24 April 2026.

Lulusan asing lainnya adalah Mathew Mgogo asal Tanzania yang menyelesaikan program magister dalam kurun waktu 1,5 tahun. Ia lulus dengan IPK 3,97 setelah meneliti keragaman genetik tujuh bangsa kambing perah di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk pengembangan pemuliaan ternak.

Mathew menyatakan bahwa pengalamannya di Indonesia memberikan keseimbangan antara pembelajaran teoretis dan praktis. Ia berencana kembali ke Tanzania untuk bertugas di Kementerian Peternakan dan Perikanan guna menerapkan ilmu genetika yang diperolehnya dalam meningkatkan produktivitas ternak nasional.

Dekan Fapet UGM, Budi Guntoro, menjelaskan bahwa kehadiran para lulusan internasional ini merupakan bukti semakin kuatnya reputasi global fakultas dalam riset peternakan. Kolaborasi lintas negara melalui jalur pendidikan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pada pengembangan sektor peternakan di kancah dunia.

Recommended