Mahasiswa Unair Pilih Lebaran di Surabaya, Temukan ‘Rumah’

Wira, mahasiswa Unair asal Aceh, memilih merayakan Idulfitri di Surabaya karena keterbatasan waktu dan biaya mudik.

Keterbatasan waktu dan mahalnya tiket mudik membuat Wira, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) asal Aceh, memilih untuk merayakan Idulfitri di Surabaya bersama teman-temannya. Baginya, momen ini menjadi kesempatan untuk menemukan 'rumah' di perantauan.

Wira mengungkapkan bahwa keluarganya sedang berada di Jakarta, namun libur yang singkat menjadi alasan utama ia tidak mudik. Tahun pertama sebagai mahasiswa di Surabaya ini, ia memilih untuk menghemat biaya dan mencari pengalaman baru.

Meski berbeda dari biasanya, Wira menikmati Idulfitri tanpa keluarga. Ia beradaptasi dengan menciptakan suasana nyaman dan menemukan makna 'rumah' di tanah rantau.

"Setidaknya masih ada hal-hal yang bisa bikin aku nyaman, entah itu Lebaran dengan teman-teman Surabaya atau yang lain," ujar Wira dikutip dari laman unair.ac.id, Rabu, 25 Maret 2026.

Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi ini beranggapan bahwa sebagai mahasiswa perantau, ia harus siap menghadapi segala kemungkinan dan kejutan dalam kehidupan. Pada hari raya, Wira melaksanakan salat Id di Masjid Unair, kemudian bersilaturahmi ke Malang.

Meskipun antusias merayakan Idulfitri di Surabaya, Wira mengaku rindu membuat kue seperti yang biasa ia lakukan di rumah. Ia dikenal terampil dalam membuat kue kering dan bolu.

Wira berpesan kepada mahasiswa lain yang tidak bisa mudik agar menikmati momen ini untuk belajar tradisi Idulfitri di daerah lain. "Memang awalnya terasa aneh dan sedih, tapi Lebaran di tempat baru itu seru. Kita bisa lebih mengerti tradisi daerah lain. Tapi yang paling penting, tetap jangan lupa video call dengan keluarga di rumah," ucapnya.

Recommended