PlayStation 3, Dulu Super Komputer Militer AS

PlayStation 3 (PS3) pernah digunakan militer AS sebagai super komputer dengan 1.760 unit, mampu 500 TFLOPS untuk radar dan analisis citra satelit.

Konsol game Sony PlayStation 3 (PS3) yang identik dengan hiburan, ternyata pernah dimanfaatkan oleh militer Amerika Serikat (AS) sebagai super komputer berperforma tinggi.

Proyek bernama “Condor Cluster” ini merupakan sistem komputasi milik United States Air Force Research Laboratory. Sistem ini dibangun menggunakan 1.760 unit PlayStation 3 dan sempat masuk jajaran superkomputer tercepat di dunia.

Sistem tersebut mampu menghasilkan performa hingga 500 triliun operasi floating point per detik (500 TFLOPS). Hal ini menjadikannya sistem interaktif tercepat di lingkungan Departemen Pertahanan Amerika Serikat saat itu. Infrastruktur ini ditempatkan di Rome, New York, dan digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis.

Super komputer berbasis PS3 ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan radar, analisis citra satelit resolusi tinggi, pengenalan pola, hingga riset kecerdasan buatan. Kemampuannya memproses miliaran piksel per menit memungkinkan analisis visual dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan sistem konvensional.

PS3 memiliki kemampuan grafis yang kuat berkat arsitektur prosesor yang dirancang untuk komputasi paralel. Hal ini membuatnya efektif untuk tugas-tugas berat seperti pengolahan gambar dan simulasi kompleks.

Saat proyek dimulai, satu unit PS3 dibanderol sekitar USD400, atau setara Rp6,2 jutaan (kurs ±Rp15.500). Sistem komputasi konvensional dengan performa serupa bisa mencapai 10.000 dolar AS per unit (sekitar Rp155 jutaan). Total biaya pengadaan PS3 untuk proyek ini hanya sekitar 2 juta dolar AS (sekitar Rp31 miliar), atau sekitar 5–10 persen dari biaya sistem tradisional.

Sistem ini hanya mengonsumsi sekitar 10 persen daya dibandingkan super komputer sekelasnya. Condor Cluster juga dilengkapi dengan 168 unit GPU tambahan serta 84 server untuk mengatur lalu lintas data.

Sistem ini mengandalkan model lama yang masih mendukung instalasi Linux, fitur yang kemudian dihapus pada versi slim. Kasus ini menunjukkan bagaimana perangkat game dapat dioptimalkan menjadi solusi komputasi canggih untuk kebutuhan militer dan riset.

Recommended