Manajemen Malut United memutuskan untuk memindahkan markas sementara ke Semarang pada Selasa (28/4/2026) setelah mencatatkan kemenangan besar atas PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Keputusan ini diambil untuk mempersiapkan tim menghadapi laga pekan ke-31 melawan Persis Solo di Stadion Jatidiri pada Sabtu (2/5/2026).
Dilansir dari Bola, langkah taktis ini membuat Malut United tidak menggunakan Stadion Gelora Kie Raha sebagai lokasi pertandingan kandang mereka. Pihak klub memilih menetap di Pulau Jawa guna menghemat waktu pemulihan pemain dan efisiensi biaya operasional perjalanan di akhir musim.
Kebijakan tersebut diambil karena jadwal kompetisi yang sangat padat dengan jarak antarpertandingan hanya empat hari. Selain melawan Persis Solo, Malut United juga dijadwalkan bertandang ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 10 Mei 2026 mendatang.
"Tiga pertandingan kami akhir musim ini sangat mepet dan padat. Makanya sesuai kebijakan manajemen, kami putuskan laga kandang melawan Persis digelar di Semarang," kata Hendri Susilo, Pelatih Malut United. Ia menegaskan bahwa kebugaran pemain menjadi prioritas untuk menyapu bersih poin di sisa laga.
Sebelum perpindahan markas ini, Malut United tampil dominan dengan menggilas PSBS Biak tujuh gol tanpa balas. David da Silva dan Septian David Maulana masing-masing menyumbangkan dua gol, sementara sisanya dicetak oleh Yakob Sayuri, Tyronne Del Pino, dan Frets Butuan.
Hendri Susilo mengungkapkan bahwa perubahan strategi pada babak kedua menjadi kunci pemecah kebuntuan setelah skor kacamata bertahan hingga turun minum. Motivasi yang diberikan di ruang ganti terbukti efektif meningkatkan daya serang tim pada paruh kedua pertandingan.
Pemain sayap Malut United, Yakob Sayuri, yang menjadi pemain terbaik dalam laga tersebut berharap tren positif ini tetap terjaga. Saat ini tim fokus sepenuhnya pada pemulihan fisik di Semarang sebelum menghadapi tantangan dari Persis Solo di Stadion Jatidiri.