Manchester City berhasil memangkas jarak poin menjadi tiga angka dari pemuncak klasemen Arsenal setelah memenangi laga krusial di Stadion Etihad dengan skor 2-1 pada Senin (20/4/2026). Kemenangan ini memberikan keuntungan bagi skuad asuhan Pep Guardiola karena mereka masih memiliki tabungan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan rivalnya.
Persaingan menuju takhta juara Premier League musim 2025/2026 kini bergantung pada detail kecil karena kedua tim hanya menyisakan lima pertandingan lagi. Dilansir dari Bola, selisih gol dan catatan pertemuan kedua tim menjadi faktor penentu utama jika perolehan poin akhir mereka tetap sama.
Urutan penentuan juara akan dimulai dari selisih gol, diikuti oleh jumlah total gol yang dicetak, hingga rekor head-to-head jika parameter sebelumnya identik. Kemenangan City di Etihad memberikan dampak psikologis besar sekaligus memperbaiki posisi mereka dalam hitungan tiebreak tersebut.
Keunggulan City juga diperkuat dengan keberhasilan mereka merengkuh trofi Carabao Cup musim ini. Namun, Arsenal tetap menjadi ancaman serius meskipun harus membagi konsentrasi dengan babak semifinal Liga Champions yang menguras energi fisik serta rotasi pemain.
Faktor non-teknis seperti keputusan Video Assistant Referee (VAR), cedera pemain kunci, hingga akumulasi kartu merah diprediksi akan menjadi penentu di pekan-pekan terakhir. Erling Haaland yang mencetak gol kemenangan dalam laga terbaru membuktikan bahwa presisi di depan gawang menjadi kunci pembeda dalam balapan gelar yang ketat.
Skenario pertandingan playoff untuk menentukan juara kini dinilai mengecil kemungkinannya setelah hasil di Etihad Stadium tersebut keluar. Manchester City saat ini memegang momentum kemenangan untuk terus menekan Arsenal hingga akhir kompetisi.