Manchester City dituntut untuk tidak menelan kekalahan saat bertandang ke markas West Ham United, London Stadium, pada laga pekan ke-30 Premier League, Minggu (15/03/2026) dini hari WIB. Manajer City, Pep Guardiola, telah menyampaikan ultimatum tersebut.
Saat ini, The Citizens menduduki posisi kedua klasemen sementara Premier League dengan raihan 60 poin, terpaut tujuh poin dari Arsenal di puncak klasemen. Pertandingan melawan West Ham menjadi krusial, terutama setelah Arsenal berpotensi memperlebar jarak menjadi 10 poin jika berhasil mengalahkan Everton beberapa jam sebelumnya.
Guardiola menegaskan bahwa perburuan gelar Premier League bisa berakhir lebih cepat bagi timnya jika gagal meraih kemenangan di London Stadium. "Sekarang West Ham yang akan menentukan Premier League. Liga ini adalah trofi paling sulit untuk dimenangkan. Saya percaya ini yang paling menantang," ujar Guardiola.
Tekanan bagi Manchester City semakin meningkat setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest pada laga liga terakhir, 5 Maret lalu. Guardiola mengakui bahwa fase akhir kompetisi selalu menghadirkan tekanan, di mana setiap tim berjuang untuk tujuan masing-masing.
"Saya selalu mengatakan ketika memasuki 10 pertandingan terakhir, setiap tim bermain untuk sesuatu, entah itu menghindari degradasi, mengejar tiket Liga Europa, Conference League, Liga Champions, atau menjadi juara," jelasnya.
Meskipun demikian, mantan pelatih Barcelona itu mengaku tetap menikmati persaingan gelar. Tantangan City bertambah berat usai kekalahan telak 0-3 dari Real Madrid pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Guardiola menekankan pentingnya timnya untuk segera bangkit.
"Besok malam kami punya pertandingan penting untuk posisi di Premier League. Setelah itu, kami masih harus memainkan leg kedua," kata Guardiola.
Dengan tekanan dari berbagai arah, duel kontra West Ham menjadi ujian mental dan momentum krusial bagi Manchester City dalam menjaga asa mempertahankan peluang juara musim ini.