Manajemen Manchester United mulai menyusun rencana perombakan skuad dengan membidik Aurelien Tchouameni, Karim Adeyemi, dan Eli Junior Kroupi menjelang bursa transfer musim panas pada Selasa (21/4/2026). Pergerakan ini dilakukan guna mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh sejumlah pemain pilar di Old Trafford.
Dilansir dari Bola, manajemen klub yang dipimpin Jason Wilcox dan Christopher Vivell memprioritaskan penguatan lini tengah seiring kepastian hengkangnya Casemiro. Nama gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, muncul sebagai kandidat utama untuk memperkuat sektor mesin tim musim depan.
Transfer Tchouameni ke Manchester United dilaporkan sangat bergantung pada keputusan Manchester City terkait masa depan Rodri. Jika Rodri pindah ke Real Madrid, klub asal Spanyol tersebut kemungkinan besar baru akan bersedia melepas Tchouameni ke pihak Setan Merah.
"Manchester United berencana meremajakan lini serang mereka musim panas ini dan telah menempatkan Adeyemi di posisi teratas daftar pendek mereka," tulis media Jerman, Fussball Daten, terkait ketertarikan klub pada penyerang Borussia Dortmund tersebut. Dortmund dikabarkan mematok harga sekitar 65 hingga 70 juta euro untuk pemain timnas Jerman itu.
Selain sektor tengah dan sayap, Manchester United juga memantau serius penyerang muda Bournemouth, Eli Junior Kroupi. Pemandu bakat klub dilaporkan hadir langsung saat Bournemouth mengalahkan Newcastle United dengan skor 2-1 pada akhir pekan lalu untuk melihat performa pemain berusia 19 tahun tersebut.
Kroupi yang telah mencetak 10 gol pada musim debutnya di kasta tertinggi sepak bola Inggris diproyeksikan sebagai pengganti Joshua Zirkzee. Namun, United harus bersaing dengan Arsenal, Liverpool, dan Chelsea yang juga berminat memboyong pemain yang dibanderol 60 juta poundsterling tersebut.
Selain nama-nama besar di atas, manajemen klub juga tetap memantau beberapa opsi alternatif seperti Adam Wharton dari Crystal Palace dan Ederson asal Atalanta. Langkah ini diambil untuk memastikan kedalaman skuad tetap terjaga jika target utama gagal didapatkan.