Manchester United dilaporkan telah mengamankan transfer perdana mereka untuk musim panas 2026 dan berencana merekrut empat pemain tambahan. Langkah ini diambil di tengah potensi Setan Merah kembali berkompetisi di Liga Champions 2026/2027.
Petinggi klub, dikutip dari Bola, berambisi memperkuat skuad agar lebih kompetitif di kancah Eropa maupun liga domestik. Rencana perekrutan besar-besaran ini menyusul peningkatan performa tim yang signifikan di bawah arahan manajer interim, Michael Carrick.
Carrick telah memimpin tim meraih tujuh kemenangan dari sepuluh laga terakhir, hanya menelan satu kekalahan. Hasil impresif melawan tim-tim besar seperti Manchester City, Arsenal, dan Tottenham Hotspur, memperkuat desakan agar mantan kapten klub tersebut dipermanenkan sebagai pelatih.
Dengan semakin dekatnya bursa transfer musim panas, fokus klub kini beralih pada upaya mendatangkan pemain-pemain baru.
Manchester United telah mencapai kesepakatan awal untuk merekrut Cristian Orozco. Gelandang bertahan muda berusia 17 tahun ini akan bergabung dari Fortaleza CEIF dan diproyeksikan untuk memperkuat akademi klub.
Meski kesepakatan sementara telah tercapai, transfer Orozco belum dapat diselesaikan hingga ia berusia 18 tahun dan memenuhi syarat untuk pindah ke Old Trafford. Biaya transfer yang disepakati sekitar £750.000 atau setara Rp16,8 miliar.
Perekrutan Orozco dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan klub, bukan sebagai pengganti instan bagi pemain yang akan hengkang. Kedatangan Orozco diharapkan menjadi awal dari serangkaian rekrutan lain yang akan memperkuat skuad utama.
Target Perkuat Lini Utama
Selain Orozco, Manchester United juga menargetkan beberapa posisi krusial untuk skuad utama. Menurut laporan Manchester Evening News pada Kamis (2/4/2026), klub membidik bek kiri muda, winger kiri, dan setidaknya dua gelandang.
Elliot Anderson dari Nottingham Forest menjadi salah satu target utama. Pemain berusia 23 tahun ini menunjukkan performa impresif belakangan ini dan menjadi bagian penting dari skuad Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel. Hal ini menarik minat United dan Manchester City.
Forest dikabarkan mematok harga £80 juta (Rp1,9 triliun) untuk Anderson. Sang pemain sendiri menegaskan fokus utamanya saat ini adalah membela tim nasional dalam Piala Dunia musim panas ini.
Alternatif di Lini Tengah dan Bek Kiri
Manchester United juga dikaitkan dengan duo gelandang Newcastle United, Sandro Tonali dan Bruno Guimaraes. Keduanya menjadi opsi untuk memperkuat lini tengah, terutama dengan potensi kepergian Casemiro dan masa depan Manuel Ugarte yang belum pasti.
Klub ingin memastikan keseimbangan lini tengah tetap terjaga di samping Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo. Kontrak Tonali di Newcastle masih berlaku hingga 2029, dan klub tidak terlalu khawatir mengenai masa depannya.
Namun, CEO Newcastle, David Hopkinson, mengakui klub harus siap melepas pemain jika ada tawaran yang sesuai dengan nilai maksimal. Agen Tonali, Giuseppe Riso, juga mengisyaratkan kemungkinan transfer di masa depan. United termasuk di antara beberapa klub yang menunjukkan minat pada Tonali, serta rekan setimnya, Guimaraes.
Sementara itu, di posisi bek kiri, nama Myles Lewis-Skelly dari Arsenal juga masuk dalam radar. Pemain muda ini diproyeksikan sebagai penerus jangka panjang bagi Luke Shaw.
Peran Michael Carrick dalam Kebangkitan MU
Kebangkitan Manchester United di bawah Michael Carrick bukan hanya berdampak pada performa di lapangan, tetapi juga memengaruhi strategi transfer klub.
Carrick mengambil keputusan penting dengan meninggalkan formasi tiga bek, beralih ke pendekatan yang lebih sederhana. Peran Bruno Fernandes didorong lebih ke depan untuk meningkatkan daya serang, sementara Kobbie Mainoo dipasangkan dengan Casemiro untuk menjaga keseimbangan lini tengah.
Pendekatan taktis ini memberikan stabilitas yang sebelumnya sulit ditemukan, dengan Carrick mempertahankan susunan pemain inti dan minim rotasi. Selain itu, Carrick juga membawa ketenangan di ruang ganti yang berdampak positif pada mental tim.
Suasana positif di pusat latihan Carrington dan keharmonisan skuad menjadi faktor penting dalam peningkatan performa. Carrick juga menyederhanakan metode latihan, fokus pada dasar permainan, yang terbukti efektif dalam menjaga kebugaran dan konsistensi pemain.
Dengan 23 poin dari 10 pertandingan, Manchester United menunjukkan peningkatan signifikan dan berpeluang besar finis di zona Liga Champions. Konsistensi akan menjadi kunci utama dalam menentukan apakah Carrick akan dipermanenkan sebagai pelatih.