PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperluas jangkauan layanan digitalnya dengan meluncurkan fitur QR Antar Negara ke Tiongkok melalui aplikasi Livin’ by Mandiri pada Sabtu, 2 Mei 2026. Ekspansi ini bertujuan mempermudah nasabah bertransaksi di jutaan merchant yang menggunakan jaringan UnionPay dan Alipay tanpa perlu menukarkan uang tunai.
Langkah strategis ini diambil menyusul lonjakan signifikan pada mobilitas global masyarakat Indonesia. Dilansir dari Medcom, data internal Bank Mandiri menunjukkan nilai transaksi luar negeri perusahaan tumbuh sebesar 137 persen secara tahunan (YoY) hingga mencapai Rp54 miliar pada posisi Maret 2026.
Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, menjelaskan bahwa integrasi ini merupakan dukungan terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara. Melalui fitur QR Bayar, nasabah tidak lagi perlu melakukan konversi manual saat bertransaksi di kasir swalayan atau restoran di Tiongkok.
"Ekspansi ke Tiongkok menjadi langkah penting untuk memastikan nasabah dapat bertransaksi secara mudah dan seamless di salah satu destinasi dengan ekosistem pembayaran digital terbesar di dunia," ujar Jan Winston Tambunan, Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri.
Selain sistem pembayaran pemindaian kode, Bank Mandiri menyediakan fasilitas pembukaan rekening multicurrency dalam mata uang Yuan (CNY). Rekening ini terhubung langsung dengan kartu Mandiri Debit sehingga memungkinkan nasabah melakukan tarik tunai di mesin ATM berlogo Visa di seluruh Tiongkok tanpa dikenakan konversi kurs tambahan.
Kehadiran layanan di Tiongkok ini menambah daftar jaringan pembayaran global Mandiri yang sebelumnya telah tersedia di Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Sinergi ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan finansial nasabah yang kian dinamis di pasar internasional.
Berdasarkan laporan kinerja per Maret 2026, aplikasi Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh lebih dari 39,1 juta orang dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp1.200 triliun. Adapun adopsi layanan QRIS secara keseluruhan mencatatkan pertumbuhan pengguna sebesar 41 persen YoY menjadi 9,9 juta pengguna, dengan nilai transaksi kumulatif sebesar Rp64 triliun.