Pembalap Ducati Marc Marquez mengalami kecelakaan hebat akibat kehilangan kendali dalam kecepatan tinggi saat melakoni sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Amerika Serikat di Sirkuit Austin.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada lap keempat ketika motor yang dikendarai Marquez terpental ke area kerikil hingga menghantam dinding pembatas dalam kecepatan sekitar 190 km/jam, sebagaimana dilansir dari Bola.
"Bukan cara terbaik untuk memulai," kata Marquez kepada MotoGP.com.
Kegagalan mengendalikan motor pada awal pekan balapan tersebut diakui oleh sang pembalap sebagai akibat dari kesalahan fatal yang dilakukannya sendiri.
"Saya membuat kesalahan besar pagi ini. Saya terlalu percaya pada lintasan, pada motor, dan kepada diri saya sendiri," tambah Marquez.
Kondisi sirkuit yang dinilai selalu mengalami perubahan karakter dari tahun ke tahun menjadi penyebab utama dirinya gagal mengantisipasi lintasan.
"Saya harus memulai dengan lebih hati-hati di sirkuit seperti ini," ujar Marquez.
Menurutnya, perubahan permukaan lintasan menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap yang berlaga di sana.
"Karena, misalnya, Austin adalah sirkuit yang sangat bagus, tetapi dari satu tahun ke tahun berikutnya selalu ada tonjolan baru," kata Marquez.
Kondisi tersebut berdampak pada gaya berkendara yang harus disesuaikan, terutama pada beberapa sektor yang menjadi titik krusial.
"Tikungan 10 adalah salah satu bagian favorit saya, saya mengendarai dengan 'mode otomatis'. Saya mengingat apa yang saya lakukan di tahun-tahun sebelumnya, dan saya melakukan hal yang sama," ungkap Marquez.
Ia menambahkan bahwa situasi di lintasan pada musim ini sudah sangat berbeda dibandingkan dengan pengalaman sebelumnya.
"Tahun ini, ada banyak tonjolan yang berbeda, dan Anda harus berkendara dengan cara yang berbeda," lanjut Marquez.
Dampak dari benturan keras dengan pembatas lintasan tersebut membuat fisik mantan juara dunia itu mengalami kesakitan.
"Fakta bahwa saya menghantam dinding dengan kecepatan tinggi membuat saya merasakan banyak sakit di leher dan punggung," kata Marquez.
Meski mengeluhkan rasa sakit, ia menegaskan tetap berupaya melanjutkan sesi balap dengan bantuan tim medis.
"Saya masih bisa berkendara, tetapi sekarang waktunya bekerja dengan fisioterapis," imbuh Marquez.
Marquez sempat kembali ke lintasan pada menit-menit akhir FP1 dengan tangan kiri dibalut perban dan berhasil mengamankan posisi keempat tercepat.
Pada sesi sore yang diwarnai insiden jatuhnya sepuluh pembalap lain akibat lintasan licin, Marquez memilih tampil aman menggunakan ban medium bekas.
"Kecelakaan besar pagi membuat saya sangat tenang di sore hari," ujar Marquez.
Keputusan tersebut diambil setelah melihat situasi darurat di lintasan akibat penurunan daya cengkeram ban.
"Saya juga melihat banyak bendera kuning, jadi lintasan lebih licin, ban depan banyak kehilangan traksi," kata Marquez.
Evaluasi performa pasca-insiden memperlihatkan grafik positif seiring kenyamanan yang mulai kembali ia rasakan.
"Saya tetap tenang, lalu pada percobaan kedua, pelan-pelan saya kembali menemukan perasaan normal, dan saya senang dengan hasil hari ini karena kami tidak memulai dengan cara terbaik," ujarnya.
Langkah antisipasi kini dialihkan pada kemungkinan perubahan cuaca yang dapat memengaruhi jalannya balapan pada sesi berikutnya.
"Suhu yang lebih dingin diperkirakan terjadi besok, yang kemungkinan akan mengubah perilaku motor dan lintasan. Kami harus menemukan strategi terbaik," katanya.
Hasil akhir sesi sore menempatkan Marquez di posisi teratas mengungguli Ai Ogura dan Fabio di Giannantonio, sedangkan rekan setimnya, Francesco Bagnaia, berada di posisi kedelapan.