Pembalap MotoGP, Marc Marquez, menjadi tokoh pertama di dunia balap yang secara terbuka menyuarakan keprihatinannya terkait konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Ia menyampaikan seruan untuk terciptanya perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut.
Pesan tersebut disampaikan Marquez dalam sebuah acara sponsor di Brasil, menjelang digelarnya balapan MotoGP akhir pekan ini. Balapan ini menandai kembalinya MotoGP ke Brasil setelah absen sejak Grand Prix Rio 2004.
“Hal terpenting adalah penghentian konflik untuk memastikan perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut,” ujar Marquez, seperti dikutip dari Crash, Rabu (18/3/2026).
Komentar Marquez muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang potensi perubahan kalender MotoGP akibat konflik di Timur Tengah, yang dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Konflik ini kemudian meluas ke negara-negara Teluk, termasuk Qatar.
Situasi ini memaksa pembatalan balapan MotoGP di Lusail yang semula dijadwalkan pada 12 April. Balapan tersebut kemudian dijadwalkan ulang menjadi 8 November, tiga minggu sebelum balapan Formula 1 di lokasi yang sama pada 29 November. Alhasil, MotoGP Portugal dan MotoGP Valencia masing-masing diundur satu minggu, sehingga musim balap berakhir pada 29 November.
Formula 1 juga turut melakukan penyesuaian jadwal, dengan membatalkan seri balapan di Bahrain dan Arab Saudi. World Endurance Championship juga membatalkan seri pembuka musim di Qatar.
Di tengah kekhawatiran global, Marquez tetap menyoroti sisi positif dari penyelenggaraan MotoGP Brasil. Ia juga menyinggung kembalinya pembalap Brasil ke MotoGP setelah absennya Alex Barros sejak 2007, dengan hadirnya Diogo Moreira.
“Kembalinya MotoGP ke Brasil setelah sekian lama adalah sesuatu yang sangat positif bagi kejuaraan dan semua penggemar,” kata Marquez.
“Fakta bahwa semua tiket terjual menunjukkan betapa besar antusiasme untuk kembalinya balapan ini."
“Ini akan menjadi akhir pekan yang intens dan targetnya adalah tampil kompetitif sejak awal serta memberikan yang terbaik di lintasan," imbuh Marquez.
Marquez tiba di Goiania untuk putaran kedua musim ini setelah mengalami akhir pekan yang campur aduk di Thailand. Ia finis kedua setelah penalti kontroversial di Sprint, tetapi gagal finis di balapan utama akibat kerusakan pelek roda. Saat ini, Marquez berada di posisi kesembilan klasemen pembalap, tertinggal 23 poin dari pemuncak klasemen, Pedro Acosta.