Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo Team, menegaskan dirinya tidak akan mengikuti jejak Valentino Rossi yang terus berkarier di MotoGP hingga usia 42 tahun. Bahkan, ia mengaku tidak akan membalap sampai usia 40 tahun.
Pada Februari 2026, Marquez akan berusia 33 tahun dan menjalani musim ke-19 di Grand Prix. Ia sudah mengoleksi sembilan gelar dunia, sama seperti Rossi. Musim ini, ia berambisi meraih gelar yang ke-10.
Marquez mengisyaratkan keraguannya untuk tetap membalap pada tahun 2028, meskipun ingin menambah koleksi gelar dunianya. Hal ini menjadi alasan mengapa ia belum menandatangani kontrak baru dengan Ducati.
Ducati menawarkan kontrak dua musim, tetapi Marquez hanya menginginkan kontrak satu musim dengan opsi perpanjangan. Ia mengakui bahwa sikap ini diambil karena meragukan kondisi fisiknya pada tahun 2028.
Situasi ini membuat negosiasi dengan Ducati menjadi alot. Marquez menyatakan bahwa diskusi lebih lanjut masih diperlukan. "Semuanya perlu dievaluasi, saya baru berusia 33 tahun," ujarnya melalui EFE, Selasa (17/3026).
"Saya berharap dapat memperpanjangnya selama mungkin, tetapi saya juga telah menjalani beberapa operasi pada tubuh saya, dan itu juga sulit untuk dikelola setiap hari," lanjut Marquez.
Saat ditanya apakah ia bertekad untuk balapan sampai usia 42 tahun seperti Rossi yang pensiun pada akhir 2021, Marquez menjawab dengan nada humor. "Saya bahkan takkan (balapan) sampai usia 40 tahun, jangan khawatir," tuturnya.
Kepada Speedweek pada Rabu (4/3/2026), Marquez juga berharap Ducati lebih bersabar. "Saya minta Ducati menunggu sedikit lebih lama," ungkap Marquez, yang masih dalam pemulihan cedera bahu kanan.
"Saya hanya butuh waktu lebih banyak. Saat mulai membicarakan masa depan kami, saya sedang cedera. Saya perlu merasa nyaman di atas motor lebih dulu, baru kemudian saya tanda tangan kontrak," pungkasnya.