Masa depan pelatih Pep Guardiola di Manchester City masih diselimuti ketidakpastian. Klub dikabarkan telah secara langsung meminta penjelasan dari Guardiola mengenai rencananya, apakah akan menyelesaikan kontrak yang ada atau memilih hengkang lebih awal.
Menurut laporan dari talkSPORT, desakan untuk mendapatkan kepastian ini muncul setelah Manchester City berhasil menjuarai Carabao Cup. Manajemen klub disebut membutuhkan kejelasan secepatnya untuk menyusun perencanaan strategis menghadapi bursa transfer musim panas mendatang.
Beberapa petinggi klub, termasuk Direktur Olahraga Manchester City, Hugo Viana, dilaporkan belum memiliki informasi pasti apakah pelatih berusia 55 tahun itu akan tetap bertahan atau justru meninggalkan tim pada akhir musim ini.
Secara formal, Guardiola masih terikat kontrak dengan Manchester City hingga musim panas 2027. Namun, potensi kepergiannya lebih cepat tetap menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, Manchester City telah menyiapkan berbagai skenario, sambil menanti keputusan final dari sang pelatih.
Situasi kontrak Guardiola ini juga memengaruhi target transfer musim panas klub. Beberapa pemain yang menjadi incaran, seperti gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, disebut turut mempertimbangkan status Guardiola sebelum membuat keputusan terkait langkah karier mereka.
Meski demikian, manajemen Manchester City tetap menunjukkan ketenangan dan menegaskan bahwa mereka telah memiliki rencana cadangan jika Guardiola memutuskan untuk tidak melanjutkan kepelatihannya.
Selama ini, Guardiola selalu diberikan kebebasan penuh dalam menentukan masa depannya, meskipun sempat beredar spekulasi mengenai kemungkinan pemecatan dirinya di tengah musim.
Sejak pertama kali menangani Manchester City, Pep Guardiola telah mempersembahkan total 19 trofi bergengsi, termasuk enam gelar juara Liga Inggris. Pihak klub berharap agar ia dapat memenuhi masa kontraknya hingga selesai.
Calon Pengganti Potensial
Sejumlah nama pelatih mulai disebut-sebut sebagai kandidat pengganti jika Guardiola benar-benar hengkang. Salah satu yang paling menonjol adalah Enzo Maresca, mantan pelatih Chelsea yang sebelumnya pernah menjabat sebagai asisten Guardiola di Manchester City.
Dalam klausul kontraknya di Chelsea, Maresca memiliki kewajiban untuk melaporkan jika ada pendekatan dari klub lain. Ia dikabarkan telah memberi tahu manajemen Chelsea mengenai minat yang datang dari Manchester City dan Juventus.
Selain Maresca, nama Roberto De Zerbi juga sempat masuk dalam radar klub, terutama saat masih menukangi Brighton. De Zerbi bahkan mendapatkan apresiasi khusus dari mantan Direktur Olahraga Manchester City, Txiki Begiristain.
Legenda klub, Vincent Kompany, turut menjadi salah satu kandidat kuat. Saat ini, Kompany sedang menunjukkan kinerja yang gemilang bersama Bayern Munchen, di mana ia berhasil memimpin klasemen Bundesliga dengan selisih sembilan poin.
Xabi Alonso juga masuk dalam daftar pertimbangan. Ia kini berstatus tanpa klub setelah berpisah dengan Real Madrid pada Januari lalu, setelah sebelumnya sukses membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga pertama dalam sejarah mereka.
Meskipun banyak nama bermunculan, Manchester City dilaporkan belum melakukan wawancara resmi dengan kandidat mana pun. Prioritas utama klub tetap berharap Guardiola akan bertahan hingga kontraknya berakhir pada 2027.
Desakan Mundur dari Pengamat
Di sisi lain, ada pandangan yang menyebut bahwa era Guardiola di Manchester City sudah mendekati titik akhir. Pandangan ini, dilansir dari Bola, disampaikan oleh jurnalis talkSPORT, Adrian Durham.
"Pep Guardiola memang luar biasa, tetapi sekarang tidak lagi seperti dulu. Ini mengingatkan saya pada masa akhir Arsene Wenger," kata Durham pada Januari lalu.
"Ketika seorang manajer mengalami hasil memalukan atau kekalahan besar yang seharusnya tidak terjadi, ia punya tanggung jawab untuk menawarkan pengunduran diri."
"Itu bukan berarti harus diterima. Tapi, setidaknya dia mengakui bahwa dirinya bertanggung jawab dan memberi klub pilihan untuk tetap mendukung atau melepasnya," ulas Durham.
Menurut Durham, momentum untuk langkah tersebut kini telah tiba bagi Pep Guardiola. "Waktu untuk itu sudah datang bagi Pep Guardiola," tegasnya.